Diplomasi tingkat tinggi diperlukan untuk mengamankan posisi Indonesia di tengah gejolak geopolitik.

>>> Wings Air Buka Rute Jember-Surabaya, Terhubung ke Masjidil Haram 2026

Manfaat nyata dari hubungan bilateral yang baik mencakup beberapa aspek krusial bagi rakyat Indonesia:

  • Keamanan pasokan stok BBM nasional tetap terjaga meski kondisi energi global tidak stabil.
  • Pemerintah mampu mempertahankan harga subsidi BBM agar tidak naik, sehingga daya beli masyarakat terlindungi.
  • Terjaminnya keamanan persediaan pangan nasional melalui kerja sama perdagangan antarnegara yang solid.
  • Percepatan implementasi kesepakatan ekonomi yang menguntungkan sektor ekspor dan investasi di dalam negeri.

Keuntungan tersebut merupakan hasil konkret dari pendekatan diplomasi proaktif Presiden Prabowo. Hubungan baik dengan pemimpin dunia berdampak pada stabilitas ekonomi domestik yang dirasakan masyarakat luas.

Target Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi

Salah satu pencapaian yang dikejar adalah pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pemerintah menargetkan perjanjian ini bisa berjalan sepenuhnya pada tahun 2027.

Jika kesepakatan berlaku, berbagai komoditas utama Indonesia akan mendapatkan fasilitas tarif nol persen di pasar Eropa.

Hal ini dipercaya mendongkrak nilai ekspor nasional dan memperkuat daya saing produk lokal.

Presiden Prabowo baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara, termasuk Prancis. Di sana, Indonesia berhasil menyepakati kerja sama strategis dengan nilai kapitalisasi yang sangat besar.

Kunjungan tersebut juga membuahkan hasil di sektor pangan.

>>> Harga Telur Anjlok, BGN Resmi Wajibkan SPPG Beli Langsung dari Peternak di 2026

Prancis menyatakan ketertarikannya membuka akses ekspor susu dan daging sapi ke Indonesia sebagai bagian dari diversifikasi sumber pangan dan program gizi nasional.