Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi mengenai pendanaan perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Penjelasan ini merespons pertanyaan masyarakat dan pengamat terkait beban anggaran negara.

Teddy menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya yang timbul selama kunjungan kenegaraan tidak dibebankan pada kas negara. Presiden Prabowo memilih menanggung selisih biaya tersebut menggunakan dana pribadi secara penuh.

>>> 10 Wisata Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Vietnam Masuk Daftar

Pernyataan ini disampaikan Teddy melalui saluran Sekretariat Kabinet pada Senin, 1 Juni 2026. Langkah ini menjadi bentuk transparansi pemerintah terhadap pengelolaan dana operasional pimpinan negara di kancah internasional.

Efisiensi Jumlah Rombongan Delegasi

Teddy juga membandingkan jumlah rombongan yang mendampingi Presiden saat ini dengan periode sebelumnya. Ia mengungkapkan adanya pengurangan signifikan dalam daftar delegasi.

Pada masa lalu, satu perjalanan dinas luar negeri bisa melibatkan lebih dari 120 orang. Hal ini merujuk pada kebiasaan saat masa jabatan Dino Patti Djalal di pemerintahan terdahulu.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, jumlah tersebut dipangkas hingga sekitar 50 sampai 60 orang. Pembatasan ini dilakukan agar tim yang berangkat efektif dan efisien sesuai kebutuhan substansial.

Keputusan membawa rombongan skala kecil dianggap sebagai langkah nyata penghematan tanpa mengurangi kualitas diplomasi. Hal ini juga mempermudah koordinasi selama Presiden berada di negara tujuan.

Kepentingan Strategis Kunjungan Luar Negeri

Seskab Teddy menjabarkan alasan di balik intensitas kunjungan kepala negara ke berbagai belahan dunia. Membangun hubungan personal yang erat dengan para pemimpin dunia dinilai sangat mendesak saat ini.

Dinamika global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik di Ukraina dan krisis di Timur Tengah, menuntut peran aktif Indonesia.