PT Brantas Abipraya bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang telah merampungkan program sertifikasi bagi 300 tenaga kerja konstruksi.

Program ini menyasar pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Lampung.

>>> VIDEO: Cara Cepat Cair Kredit UMKM Bank Daerah bagi Petani Sawit dan Kopi 2026

Sertifikasi untuk Tenaga Kerja Konstruksi

Sertifikasi kompetensi ini diperuntukkan bagi tenaga kerja jenjang 1 hingga 3. Tujuannya untuk memastikan standar kualitas kerja tetap terjaga.

Pelaksanaan sertifikasi dilakukan pada tahun anggaran 2026. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung proyek infrastruktur pemerintah.

Proses penilaian dilakukan secara langsung atau onsite di lokasi proyek. Fokus utama pada tenaga kerja yang menggarap Proyek Strategis Nasional (PSN).

Standar kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Jenis Pekerjaan yang Disertifikasi

Para peserta sertifikasi terdiri dari berbagai spesialisasi pekerjaan konstruksi.

Jenis pekerjaan yang mendapatkan sertifikasi meliputi kepala tukang bangunan gedung dan mandor konstruksi, tukang besi beton dan tukang cat bangunan, tukang kayu konstruksi dan pemasang rangka baja ringan, serta tukang pasang ubin dan pemasang keramik.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa sertifikasi ini bertujuan meningkatkan daya saing para pekerja lapangan.

Hal ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digalakkan pemerintah pusat.

Dian menekankan bahwa keahlian para tukang dan mandor menjadi kunci utama dalam mewujudkan bangunan yang kokoh.

Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada teknologi atau material, tetapi juga sumber daya manusia yang tersertifikasi.

Perusahaan berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan berkualitas melalui tenaga kerja profesional. Hal ini demi menjamin hasil akhir pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan sesuai standar keamanan nasional.