Skema perlindungan ini memberikan jaminan bahwa layanan publik dasar tetap bisa berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah pun memiliki ruang gerak lebih luas dalam menyusun rencana pembangunan jangka panjang.

Kinerja Positif Pengelolaan Fiskal di Mojokerto

KPPN Mojokerto menunjukkan performa sangat baik dalam mengelola anggaran negara hingga periode April 2026.

Penyaluran dana telah mencapai lebih dari Rp1,9 triliun atau sekitar 33,32 persen dari total pagu anggaran.

Capaian ini mengalami kenaikan sebesar 4,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan akselerasi penyerapan anggaran yang lebih efektif dan terencana.

Realisasi anggaran didorong oleh pencapaian target output dari setiap satuan kerja di bawah naungan KPPN Mojokerto. Kualitas belanja tetap terjaga agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Transformasi Layanan Kesehatan di Daerah

Pemerintah juga fokus pada peningkatan fasilitas kesehatan melalui pembentukan Satuan Kerja Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Mojokerto. Rumah sakit ini didesain untuk menyediakan layanan kesehatan profesional yang terjangkau.

KPPN Mojokerto aktif memberikan pembinaan dalam pengelolaan keuangan bagi rumah sakit tersebut. Sinergi ini memastikan setiap dana yang dialokasikan digunakan secara akuntabel dan transparan.

Total pagu anggaran RSU Adhyaksa Mojokerto tahun 2026 sebesar Rp52.770.013.000. Realisasi hingga April 2026 mencapai Rp23.696.066.585 atau 44,90 persen.

>>> Sumardji Bongkar Alasan Mengejutkan Mathew Baker Masuk Timnas Senior 2026

Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan fasilitas medis, penggajian tenaga kesehatan, serta program peningkatan layanan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur kesehatan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.