Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, menegaskan bahwa aspirasi petani merupakan prioritas utama dalam perbaikan ini.

Ia menyampaikan bahwa seluruh masukan akan menjadi dasar evaluasi demi keberlangsungan industri gula nasional yang lebih sehat.

Hambatan operasional yang terjadi berakar dari masalah teknis pada mesin boiler pabrik. Mesin tersebut mengalami kendala serius sehingga pabrik tidak mampu menjalankan proses penggilingan tebu secara normal.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Bulog mengajukan usulan perbaikan mesin boiler kepada pemegang saham sesuai prosedur yang berlaku.

Perbaikan ini dianggap krusial guna meningkatkan keandalan fasilitas produksi di musim berikutnya.

Sementara itu, proses pendataan awal terhadap kondisi riil petani dan distribusi tebu sudah mulai berjalan sejak pekan lalu.

Perwakilan Perum Bulog, Andin, menyatakan bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi petani yang terdampak.

Hasil pendataan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait di tingkat pusat.

>>> Asus Resmi Rilis ROG Ally X20 OLED 2026, Spek Terbaru yang Banyak Dicari

Tujuan akhirnya adalah mendapatkan solusi permanen bagi kelangsungan usaha petani tebu di Blora serta menjaga ketahanan pangan nasional di sektor gula.