"Memang benar saya bertarung melawan Acosta. Tetapi, saya melawannya dengan motor yang lebih baik.

Saya tetap berusaha bertarung.

Saya tahu pada akhirnya saya mungkin akan kalah, tetapi saya berkata, 'Kalau memang harus kehilangan posisi ini, saya tidak akan memberikannya begitu saja,'" kata Marquez.

"Kami menjalani pertarungan yang luar biasa. Yang paling penting adalah bisa menyelesaikan akhir pekan balapan ini.

Titik awal proses pemulihan saya di atas motor ternyata tidak buruk," ungkapnya.

Tantangan di Musim Depan

Marquez menyadari kehadiran Acosta di garasi tim yang sama musim depan akan menjadi tantangan besar. "Dia pembalap yang luar biasa.

Begitu mendapatkan motor yang lebih kompetitif, saya yakin dia akan menjadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dunia," ujarnya.

Rivalitas kedua pembalap ini telah memanas dalam beberapa seri musim ini. Termasuk saat balapan sprint di Buriram, Marquez menyentuh garis finis lebih dulu setelah manuver agresif.

>>> Aurelien Tchouameni Bantah Pukul Federico Valverde di Ruang Ganti Real Madrid

Namun, kemenangannya dibatalkan karena penalti, sehingga podium pertama jatuh ke tangan Acosta.