Persaingan sengit terjadi di MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (31-5-2026). Pembalap muda Pedro Acosta mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari duel tersebut.

Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing terlibat pertarungan ketat dengan calon rekan setimnya musim 2027, Marc Marquez.

>>> Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 Italia 2026

Ia membutuhkan hampir 15 putaran untuk melewati pembalap Ducati Lenovo itu.

Perebutan posisi keempat ini menjadi salah satu momen paling menegangkan. Marquez terus memberikan perlawanan, terutama di trek lurus utama.

Meski bersaing ketat, duel sesama rider Spanyol ini berjalan bersih.

Setelah balapan, kedua pembalap saling memuji. Acosta mengungkapkan sengaja membuntuti Marquez untuk mempelajari gaya balapnya.

"Saya berada di belakangnya selama beberapa lap untuk melihat apakah saya bisa memahami bagaimana dia mengelola ban atau strategi balapnya," ujar Acosta.

"Tahun lalu kami banyak kesulitan dengan ban. Mengikuti dia dari belakang membantu saya lebih tenang.

Duel seperti ini yang kami butuhkan agar orang-orang kembali tertarik menonton. Saya ingin memahami jalur yang dia pilih di setiap tikungan," tuturnya.

Acosta juga melihat perbedaan gaya membalap. "Saya termasuk pembalap yang mengerem sangat keras.

Marc sekarang tampaknya membalap lebih mengalir dan lebih tenang sejak menggunakan Ducati.

Ini salah satu kesempatan langka ketika kami memasuki tiga lap terakhir dan dia masih terlibat persaingan di kelompok depan," lanjutnya.

>>> Timnas Indonesia U-19 Puncaki Klasemen Usai Kalahkan Myanmar 3-0

Kepuasan Marc Marquez

Marquez merasa cukup puas dengan hasil di Mugello, mengingat kondisi fisiknya belum pulih total. Ia mengakui keunggulan performa motor Ducati dibandingkan KTM milik Acosta.