Dilema Upah Layak di Pesantren: Menanti Keadilan bagi Pengajar di 2026
Seorang ustadz di pesantren pinggiran kota terlihat letih setelah mengajar sembilan jam. Ia berulang kali menendang engkol motor tuanya yang sulit dinyalakan.
Di seberangnya, alat berat terus membangun lantai keempat gedung baru pesantren senilai hampir dua miliar rupiah.
>>> Uji Coba BBM B50 di Kereta Api Berhasil, Begini Hasilnya
Upah sang ustadz bulan ini hanya delapan ratus ribu rupiah. Tidak ada satu pun orang yang mempertanyakan ketimpangan tersebut.
Kisah ini bukan kejadian langka.
Data INFID dan Maarif Institute menunjukkan mayoritas guru pesantren hanya mendapat penghasilan Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per bulan.
Survei IDEAS bersama Dompet Dhuafa pada 2024 mengungkap fakta lebih mencemaskan. Sebanyak 74,3 persen guru honorer di Indonesia masih menerima gaji di bawah Rp2 juta.
Di wilayah terpencil, situasinya lebih memprihatinkan.
Ada guru yang hanya menerima upah Rp50.000 sebulan, atau bahkan tidak dibayar sama sekali karena dianggap sedekah.
Di sisi lain, kehidupan di ndalem sering kali kontras. Mobil mewah terparkir rapi, sarung eksklusif berharga jutaan rupiah dikenakan petinggi lembaga.
Gedung-gedung baru terus bermunculan.
Filsuf John Rawls memperkenalkan eksperimen pemikiran yang relevan. Ia mengajak membayangkan masyarakat di mana kita tidak mengetahui posisi sosial kita nantinya.
Apakah kita lahir sebagai kiai kaya raya atau ustadz dibayar rendah?
Persoalan ini sulit diubah karena mekanisme kekuasaan yang halus. Sosiolog Pierre Bourdieu menjelaskan kekuasaan paling kuat bekerja melalui nilai yang dianggap wajar.
Dalam pesantren, nilai keikhlasan sering disalahgunakan untuk menekan hak guru. Para pengajar tabu menuntut upah layak karena takut dianggap tidak ikhlas.
Label tidak ikhlas merupakan stigma sosial berat. Ketidakikhlasan diyakini dapat memutus aliran berkah ilmu.
Update Terbaru
Cara Memahami 2 Sistem Pendengaran Unik pada Anjing Laut Berdasarkan Riset 2026
Jumat / 17-07-2026, 04:14 WIB
Dokter Tifa Yakin Eksepsi Diterima, Allah Bersamanya Lawan Jokowi
Jumat / 17-07-2026, 04:01 WIB
Roy Suryo Dilaporkan ke Polisi Akibat Pernyataan Soal Ijazahnya
Jumat / 17-07-2026, 04:01 WIB
Trump Akui Ada Negara Asing Coba Gagalkan Negosiasi AS-Iran
Jumat / 17-07-2026, 04:00 WIB
Anak dan Istri Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Dikucilkan, Diungsikan
Jumat / 17-07-2026, 04:00 WIB
Casio Rilis Jam Tangan Retro Baru dengan Dial Bersih dan Baja Tahan Karat di AS
Jumat / 17-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 18 – 19 Juli 2026
Jumat / 17-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 18 – 19 Juli 2026
Jumat / 17-07-2026, 04:00 WIB
Belanda Dukung Pemecatan Jaksa ICC Karim Khan yang Diskors
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Asap Kebakaran Hutan Ancam Kualitas Udara Wisconsin, Capai Level Berbahaya
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Publix Tutup Empat Supermarket di 2026, Alihkan Modal ke Pasar Lebih Produktif
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Brianna LaPaglia Sebut Bunnie Xo Masih di Bawah Kendali Jelly Roll
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Polisi Tangkap Pria Usai Insiden Keamanan Libatkan Craig Melvin
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
Pengemudi Mobil dalam Penembakan Fatal Detektif Jonathan Diller Dihukum 5 Tahun Penjara
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB







