Peretas memanfaatkan celah keamanan pada asisten bantuan Meta AI untuk mengambil alih ribuan akun Instagram secara ilegal.

Salah satu akun yang dibobol adalah @obamawhitehouse yang sudah tidak aktif sejak 20 Januari 2017.

>>> BRIN Petakan Ancaman Penurunan Tanah dan Kenaikan Laut di Pantura

Insiden ini terjadi pada 31 Mei 2026. Metode yang digunakan adalah prompt injection, yaitu manipulasi perintah untuk mengelabui kecerdasan buatan.

Dengan cara ini, peretas berhasil membuat Meta AI mengirimkan tautan pemulihan kata sandi ke alamat pos-el mereka tanpa verifikasi identitas yang memadai.

Celah keamanan ini dilaporkan telah aktif sejak Februari 2026. Serangan menyasar akun-akun bernilai tinggi dengan nama pengguna unik.

Pelaku menyamakan lokasi jaringan menggunakan VPN. Mereka kemudian mengirimkan instruksi teks sederhana kepada asisten Meta AI untuk menautkan alamat pos-el baru.

>>> Sinopsis Bleeding Steel, Bioskop Trans TV 1 Juni 2026

Akun @obamawhitehouse sempat mengunggah gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan. Unggahan tersebut disertai takarir provokatif bertuliskan "The White House is under Shiites' control".

Juru bicara Meta mengonfirmasi adanya intervensi tidak sah tersebut. Pihak Meta segera melakukan tindakan pengamanan dan menghapus materi yang diunggah tanpa izin.

Perusahaan tidak merinci identitas maupun asal kelompok peretas yang bertanggung jawab. Insiden ini memicu kekhawatiran pakar keamanan siber.

>>> Ashin Mayday Janji Bawa Konser F*FOREVER Kembali ke Jakarta

Mereka menyoroti risiko pemberian otoritas langsung kepada sistem AI untuk mengelola fungsi sensitif seperti pemulihan akun tanpa pos pemeriksaan keamanan yang ketat.