>>> Polisi Telusuri Aliran Uang Penipuan WO di Jaktim, Ada Temuan Mengejutkan

Tanpa perbaikan sistem lelang dan kepastian hukum, eksplorasi sulit ditingkatkan.

Kekhawatiran Terhadap Penurunan Alami

Dalam pernyataannya pada Minggu (31/5/2026), Moshe blak-blakan menyebut iklim investasi terus menurun sejak pascapandemi. Ia merasa perlu menyampaikan realita ini agar menjadi perhatian serius.

“Terus terang saja, sejak selesai Covid pada 2022 itu mulai meningkat, tetapi setelah itu justru menurun.

Ini yang sebenarnya memperlihatkan bagaimana kondisi iklim investasi kita saat ini,” jelas Moshe.

Penurunan ini menjadi tantangan berat mengingat industri migas mengalami natural decline dari sumur-sumur tua. Tanpa temuan cadangan baru yang signifikan, mengejar target produksi akan semakin sulit.

Tantangan Global dan Domestik

Kondisi pasar global turut memberi tekanan, terutama saat harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di angka tinggi.

Fluktuasi harga global sering tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi dalam negeri.

Selain kebijakan, komponen Natural Gas Liquids (NGL) disebut menjadi faktor stagnansi target di 2027. Berbagai tantangan teknis dan non-teknis saling berkelindan menciptakan situasi sulit bagi industri perminyakan nasional.

Para ahli berpendapat tanpa terobosan besar dalam kebijakan fiskal dan kemudahan operasional, Indonesia mungkin hanya mampu mempertahankan level produksi saat ini.

>>> Remaja Perempuan di NTT Ditangkap Polisi Usai Diduga Curi Motor, Videonya Viral

Sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan untuk memulihkan gairah sektor hulu migas.