Pada masa lalu, peso sering disebut sebagai kepingan delapan (piece of eight) yang sangat populer di perdagangan maritim.

Ada sebuah teori menarik yang menyebutkan bahwa simbol dolar awalnya berasal dari modifikasi angka delapan.

Namun, versi yang paling banyak diterima adalah penulisan singkatan "PS" untuk peso yang ditulis secara bertumpuk.

Dalam teknik penulisan manual kala itu, huruf S ditulis utuh sementara huruf P hanya diambil garis tegaknya saja.

Proses penggabungan kedua karakter inilah yang kemudian berevolusi menjadi lambang "$" yang kita kenal sekarang.

Sementara itu, asal-usul kata "dolar" sendiri berasal dari koin kuno asal Eropa yang bernama "Joachimsthaler".

Koin ini sempat menjadi standar perdagangan di benua tersebut jauh sebelum peso dikenal luas.

>>> 5 HP Android Mirip iPhone Termurah 2026, Desain Mewah Mulai Rp1 Jutaan

Karena pengucapan "Joachimsthaler" dirasa terlalu panjang dan sulit bagi lidah masyarakat awam, mereka mulai menyingkatnya menjadi bagian belakangnya saja.

Seiring berjalannya waktu, penyebutan tersebut berubah menjadi ejaan "dolar" seperti yang lazim digunakan saat ini.

Dolar Sebagai Instrumen Investasi Modern

Di era ekonomi modern, dolar tidak lagi sekadar alat tukar, tetapi telah bertransformasi menjadi instrumen investasi yang menjanjikan.

Nilainya yang cenderung stabil dan sering meningkat menjadikannya pilihan favorit bagi para pemodal di Indonesia.

Banyak lembaga perbankan serta institusi keuangan non-bank kini menyediakan layanan resmi untuk investasi mata uang asing.

Hal ini memudahkan masyarakat untuk menyimpan aset dalam bentuk dolar guna melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi.

Berikut tips memulai investasi dolar agar mendapat keuntungan maksimal:

  • Memahami istilah kurs jual dan kurs beli: Sebelum terjun, Anda wajib mengerti perbedaan antara harga saat membeli dolar dari bank (kurs jual) dan harga saat menjualnya kembali (kurs beli).
  • Melakukan pembelian di tempat resmi: Hindari transaksi di sembarang tempat untuk mencegah risiko uang palsu; gunakan jasa bank atau money changer berizin yang terjamin keamanannya.
  • Membandingkan nilai kurs antar bank: Setiap bank memiliki kebijakan harga yang berbeda, sehingga penting untuk melakukan survei demi mendapatkan kurs yang paling kompetitif.
  • Menerapkan strategi pembelian berkala: Pembelian dolar secara rutin dalam jangka panjang membantu meratakan nilai aset tanpa terpengaruh fluktuasi harga mendadak.
  • Menjual saat momentum yang tepat: Keuntungan akan terasa maksimal jika menjual simpanan dolar ketika harga kurs beli di pasar sudah jauh melampaui harga beli awal.
  • Memanfaatkan fasilitas deposito dolar: Simpanan dalam bentuk deposito valuta asing biasanya menawarkan bunga yang lebih menarik bagi nasabah dengan dana besar dan jangka waktu penyimpanan lama.