Dolar merupakan nama mata uang resmi yang digunakan oleh berbagai negara, wilayah jajahan, hingga teritori tertentu di dunia.

Di antara sekian banyak jenisnya, dolar Amerika Serikat (AS) menjadi yang paling populer dan sering menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat.

>>> Cara Upgrade Kartu BRI Debit Contactless Mastercard, Dapat Cashback Rp50.000

Kepopuleran dolar AS bukan tanpa alasan, sebab mata uang ini berfungsi sebagai acuan utama nilai tukar bagi banyak mata uang global lainnya.

Dolar secara umum dikenal dengan simbol "$" yang sangat ikonik dan mudah dikenali oleh siapa saja.

Mengenal Lebih Dekat Dolar Amerika Serikat

Dolar AS, yang secara internasional memiliki kode singkatan USD atau simbol US$, merupakan alat pembayaran sah di negara adidaya tersebut.

Di pasar global, mata uang ini memiliki peran krusial karena sering dijadikan alat transaksi utama selain emas.

Seluruh sistem peredaran dan penerbitan dolar AS berada di bawah kendali ketat Federal Reserve, yang merupakan otoritas perbankan pusat di Amerika Serikat.

Statusnya sebagai kurs acuan internasional menjadikannya sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi banyak negara.

Meskipun kata "dolar" juga dipakai oleh negara lain seperti Australia, Singapura, atau Kanada, dolar AS tetap dianggap sebagai yang terkuat secara nilai.

Kekuatan ekonomi Amerika Serikat mendukung hal ini, sehingga menjadikannya patokan standar keuangan dunia.

Beberapa negara di luar Amerika Serikat bahkan secara resmi menggunakan dolar AS sebagai mata uang mereka.

Selain itu, ada pula wilayah yang secara de facto melegalkan penggunaan dolar AS dalam berbagai transaksi komersial harian.

Sejarah Unik di Balik Lambang dan Nama Dolar

Banyak yang belum mengetahui bahwa simbol "$" sebenarnya berakar dari perkembangan bahasa Spanyol atau Meksiko, khususnya terkait mata uang "peso".