Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Numfor Tewaskan Lima Orang
Lima orang tewas dan tiga lainnya hilang akibat ledakan bom yang diduga sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026).
Peristiwa maut ini memicu penyelidikan intensif dari aparat kepolisian setempat untuk memastikan asal-usul proyektil tersebut.
>>> Viral Indomaret Tutup 2 Hari, Ini Klarifikasi Serikat Pekerja
Pihak berwajib saat ini tengah melakukan penelusuran mendalam di lokasi kejadian perkara guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait karakteristik bahan peledak tersebut.
Otoritas kepolisian segera bergerak untuk mengamankan area sekitar demi mengantisipasi adanya potensi bahaya laten dari amunisi lain yang mungkin masih tertimbun.
"Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.
Ancaman Bom Sisa Perang Global
Ancaman dari bom aktif sisa perang masa lalu tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga menjadi persoalan global di berbagai negara Eropa dan Asia.
Wilayah metropolitan seperti Hamburg dan Berlin di Jerman, serta kawasan Nordrhein-Westfalen dan Brandenburg, tercatat sebagai area yang sangat terkontaminasi oleh bom peninggalan militer sekutu.
>>> Viral: WP Bingung Kena Tagihan Pajak Meski Pinjaman Bank Gagal Cair
Berdasarkan data tahun 2024, tim penjinak bom di kawasan tersebut berhasil mengamankan 90 ranjau, 48.000 granat, 500 bom api, 450 bom berat di atas 5 kilogram, serta 330.000 peluru artileri aktif.
Sementara itu, Prancis dan Belgia menghadapi masalah serupa dengan sisa bom Perang Dunia I di wilayah Verdun dan Somme.
Kondisi serupa melanda Italia, Inggris, Polandia, dan Republik Ceko, di mana ribuan bom tua masih tersebar di dalam tanah dan berisiko meledak secara tidak terkendali.
Di Asia dan Timur Tengah, ancaman mematikan dari bom klaster dan ranjau yang belum meledak juga masih terus mengintai keselamatan warga di Vietnam, Laos, Kamboja, Suriah, Irak, hingga wilayah Gaza.
Risiko penjinakan bom tua kini semakin tinggi akibat faktor korosi dan perubahan kimia antara selongsong dengan sumbu pemicu seiring bertambahnya usia senjata.
>>> BMKG Prakirakan Bogor Selatan Hujan Sedang Besok Selasa 2 Juni 2026
Para ahli memperkirakan terdapat puluhan ribu bahan peledak dengan total berat mencapai 100.000 ton yang masih tertimbun di Jerman.
Update Terbaru
Real Salt Lake Minta Maaf karena Tak Sebut Kealia Watt di Postingan
Jumat / 17-07-2026, 10:18 WIB
KPK Bakal Usut Dugaan Keterlibatan Raja Juli di Kasus Bupati Kuansing
Jumat / 17-07-2026, 10:18 WIB
Gemas tapi Ganggu, Kenapa Kucing Suka Tidur di Laptop?
Jumat / 17-07-2026, 10:17 WIB
Roy Suryo Kantongi Bukti Digital Kasus Ijazah, Kubu Jokowi Disebut Hapus Jejak
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
Askrindo dan APINDO Kaltara Jalin Kerja Sama Perkuat Mitigasi Risiko Bisnis
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
Pacar Sarwendah Muncul ke Publik, Kubu Ruben Onsu: Kami Nggak Ada Kepentingan!
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
PLN Beri Diskon 50% Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
Kisah Haru Dua Penyintas Kanker yang Menikah Usai Berjuang Bersama
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
Ramalan Zodiak 17 Juli: Cancer Lebih Terbuka, Virgo Disiplin Anggaran
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
AHM Investigasi Keluhan Vario Evo 160 Baru Rusak
Jumat / 17-07-2026, 10:14 WIB
Tiga Republiken Virginia Bersaing untuk Tantang Senator Mark Warner
Jumat / 17-07-2026, 10:13 WIB
Kronologi Ko Hee Jin Terseret Kasus Pelecehan di Red Sparks
Jumat / 17-07-2026, 10:12 WIB
4.132 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Mahasiswa di Monas
Jumat / 17-07-2026, 10:12 WIB
Miami Heat Incar LeBron James di Pasar Bebas Setelah Rekrut Giannis
Jumat / 17-07-2026, 10:07 WIB







