Inovasi ini dipercepat sejak pandemi Covid-19 untuk meminimalisir kontak fisik.

Petugas kini dapat memantau arus transportasi dan data waktu nyata dari pusat kendali yang mengawasi seluruh Mekah.

Sistem Medis Super Sibuk Saat Haji

Sektor kesehatan menjadi aspek paling krusial selama musim Haji. Cuaca panas dan kelelahan fisik meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

NUPCO, perusahaan rantai pasok kesehatan milik Public Investment Fund, menjadi tulang punggung urusan medis. Mereka memastikan pasokan obat-obatan dan alat kesehatan selalu tersedia di setiap titik lokasi ibadah.

Fahad AlButhi, Chief Operating Officer NUPCO, menekankan pentingnya integrasi antar sistem dalam layanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pengiriman layanan bergantung pada seberapa cepat sistem bekerja bersama secara harmonis.

Untuk merespons keadaan darurat, Saudi menempatkan gudang medis seluler di wilayah padat seperti Mina dan Arafah.

Mereka mengelola sekitar 1.930 jenis pasokan medis, mulai obat-obatan hingga peralatan bedah darurat yang dipantau lewat dasbor digital.

>>> Sosok Ridho Apriadi yang Diduga Dekat dengan Nabila Ishma

Manajemen logistik yang ketat bertujuan memprediksi kekurangan stok obat dalam hitungan detik. Jika jalur darat macet, drone akan dikerahkan untuk mengirimkan pasokan medis darurat ke lokasi sulit dijangkau.

Telemedicine hingga Resep Digital

Layanan kesehatan jarak jauh atau telemedicine menjadi bagian integral sistem kesehatan Saudi. Seha Virtual Hospital kini menghubungkan ambulans dan klinik lapangan dengan dokter spesialis di pusat kota.

Melalui aplikasi Sehhaty, jemaah dapat berkonsultasi langsung dengan tim medis dan menerima resep digital secara instan.

Teknologi ini membantu jemaah yang membutuhkan saran medis cepat tanpa harus mengantre panjang.

Langkah modernisasi ini diambil setelah tragedi gelombang panas pada Haji 2024 yang menelan banyak korban jiwa.