>>> Apple Music Dikabarkan Siapkan Paket Langganan Murah untuk Android

Sebuah organisasi di mana manusia hanya bertugas mengawasi dan meninjau hasil kerja AI.

Data Ilmiah Tidak Mendukung Optimisme Berlebihan

Sayangnya, data ilmiah tidak mendukung optimisme semacam itu.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan California Management Review dari UC Berkeley menyimpulkan tidak ada hubungan yang kuat antara adopsi AI dan peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

Penelitian dari MIT juga menemukan bahwa agen AI belum mampu mengerjakan tugas dengan kualitas setara manusia di banyak bidang.

Para peneliti memperkirakan AI baru bisa menyelesaikan sebagian besar tugas berbasis teks dengan tingkat keberhasilan 80 hingga 95 persen pada 2029.

Untuk benar-benar melampaui kemampuan manusia, dibutuhkan beberapa tahun lagi. Riset Harvard Business Review menambahkan gambaran yang lebih kompleks.

Ketika semua orang menggunakan AI untuk menghasilkan lebih banyak output, hambatan justru berpindah ke level eksekutif yang harus menyetujui semua hasil tersebut.

Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini berpotensi memicu kekacauan di dalam organisasi.

Gunakan AI Secara Mendalam

Levie sendiri bukan penentang AI.

Ia aktif berinvestasi di berbagai startup AI dan dikenal kerap berbagi pandangan positif soal teknologi ini kepada 2,7 juta pengikutnya di X.

Namun ia mengingatkan para CEO untuk menggunakan AI secara serius dan mendalam, bukan sekadar mencicipinya lalu langsung mengambil keputusan besar.

>>> Meta Luncurkan Stiker Musik di Threads, Bagikan Lagu Favorit hingga 30 Detik

Hanya dengan benar-benar memahami kemampuan sekaligus keterbatasan AI, para pemimpin perusahaan bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.