Fenomena AI Psychosis di Balik PHK Massal Industri Teknologi
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri teknologi terus berlanjut. Kecerdasan buatan (AI) kerap dijadikan alasan utama oleh para petinggi perusahaan.
Namun di balik keputusan besar itu, muncul pertanyaan: apakah para CEO benar-benar memahami kemampuan AI? Atau mereka hanya terjebak dalam kondisi yang kini disebut sebagai "AI psychosis"?
>>> Ruben dan Sarwendah Kembali Berselisih Soal Nafkah dan Hak Asuh Anak
AI psychosis adalah kondisi ketika pemimpin perusahaan terlalu percaya diri terhadap AI tanpa benar-benar memahami batas dan risikonya.
Fenomena ini dinilai berbahaya karena dapat mendorong keputusan yang tidak tepat.
CEO Terlalu Jauh dari Realitas
Aaron Levie, pendiri perusahaan cloud Box, menyuarakan kekhawatiran ini. Menurutnya, para CEO sangat rentan terjebak dalam AI psychosis karena tidak terlibat langsung dalam pekerjaan teknis sehari-hari.
Mereka mencoba AI, membuat prototipe, lalu langsung berkesimpulan bahwa teknologi ini bisa menggantikan sebagian besar tenaga kerja.
Padahal, mereka tidak harus menelusuri baris kode, mencari bug, atau memastikan sistem bebas dari kesalahan fatal.
Gelombang PHK yang Mengkhawatirkan
Keyakinan yang belum tentu berdasar ini berdampak nyata.
Merangkum TechCrunch, dalam lima bulan pertama 2026 saja, industri teknologi telah mem-PHK 115.430 orang dari 152 perusahaan.
Jumlah ini hampir menyamai total PHK sepanjang 2025 yang mencapai 124.636 orang. Sebagian besar perusahaan menyebut AI sebagai alasan utama di balik pemangkasan tersebut.
Salah satu kasus paling mencolok datang dari CEO ClickUp, Zeb Evans.
Ia secara terbuka mengumumkan pemecatan 22 persen karyawannya setelah meluncurkan sekitar 3.000 agen AI untuk kebutuhan internal.
Evans mengklaim keputusan itu bukan soal efisiensi biaya, melainkan untuk membangun apa yang ia sebut "100x org".
Update Terbaru
SELAMAT! Dillah Probokusumo dan Raszanov Resmi Menikah pada 31 Mei 2026
Senin / 01-06-2026, 15:10 WIB
Nova Arianto Pastikan Mathew Baker Perkuat Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026
Senin / 01-06-2026, 15:10 WIB
5 HP Baru 2026 dengan Memori Besar dan Baterai Badak Rp2 Jutaan
Senin / 01-06-2026, 15:09 WIB
Kisah Pilu Karyawan Meta Singapura yang Kena PHK Mendadak Viral
Senin / 01-06-2026, 15:09 WIB
Arsenal Juara Premier League Usai Penantian Dua Dekade
Senin / 01-06-2026, 15:05 WIB
Wabah Ebola di Kongo Memburuk, Kasus Suspek Tembus 900 Orang
Senin / 01-06-2026, 15:04 WIB
Menilik Taman Makam Satwa Ragunan, Tempat Peristirahatan Terakhir Hewan Resmi Sejak 1987
Senin / 01-06-2026, 15:04 WIB
Timnas Indonesia Segera Amankan Dua Pemain Keturunan Luke Vickery dan Mitchell Baker
Senin / 01-06-2026, 14:59 WIB
Jadwal Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026 Resmi dari SKB 3 Menteri
Senin / 01-06-2026, 14:59 WIB
Disdik Jabar Pastikan Akun SPMB 2026 Dibagikan Bertahap
Senin / 01-06-2026, 14:59 WIB
Borneo FC Amankan Tiket ASEAN Club Championship 2026/2027
Senin / 01-06-2026, 14:55 WIB
Jadwal dan Link Live Streaming F1 GP Qatar 2026, Cek di Sini
Senin / 01-06-2026, 14:54 WIB
Jadwal Resmi Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026, Live di SCTV dan Vidio!
Senin / 01-06-2026, 14:54 WIB
PSIM Yogyakarta Edukasi Mahasiswa UGM soal Manajemen Olahraga
Senin / 01-06-2026, 14:50 WIB






