Jakarta, CNN Indonesia -- Ruben Onsu dan Sarwendah kembali berselisih soal masalah harta dan hak berbagi pengasuhan anak. Perselisihan ini mencakup biaya sekolah anak-anak mereka dan kewajiban nafkah.

Pada Minggu (31/5), kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengungkapkan bahwa kliennya kembali ditagih oleh debt collector terkait mobil yang disebut sebagai aset milik Ruben.

>>> Apple Music Dikabarkan Siapkan Paket Langganan Murah untuk Android

Ini merupakan kali kedua Sarwendah didatangi debt collector sejak November 2025.

Abraham menegaskan bahwa Sarwendah sudah tidak memiliki kaitan dengan mobil tersebut.

Namun, ia juga menyatakan bahwa Ruben sudah tidak membiayai pendidikan anak-anak mereka sejak akhir 2025, padahal dalam akta perceraian disepakati Ruben membiayai hingga lulus kuliah.

"Fakta yang terjadi walaupun sudah disepakati terkait dengan anak ini, pada faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini, justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak," kata Simon.

Ia menambahkan bahwa Sarwendah menanggung biaya sekolah, les, bimbingan belajar, dan biaya kesehatan anak-anak sejak akhir 2025.

Menanggapi tudingan tersebut, Ruben Onsu buka suara melalui sambungan telepon video. Ia mempertanyakan mengapa beban nafkah yang diberikannya hanya dinilai berdasarkan enam bulan terakhir.

"Jadi kalau dibahas tentang nafkah ini, kalau baru cari nafkah 6 bulan.... Kemarin-kemarin ketika jadi keringat, jerih payah, keringat saya, capek pun ke mana?

Hanya dinilai dari 6 bulan terakhir gitu? Lari ke mana semuanya selama ini?"

kata Ruben.

>>> Meta Luncurkan Stiker Musik di Threads, Bagikan Lagu Favorit hingga 30 Detik

Ruben juga menyinggung kesulitannya bertemu anak-anak meski mengaku rutin memenuhi kewajiban nafkah. "Ya sudah, kalau tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya yang membesarkan!"