Raenald Sitompul: Pemuda Harus Berpikir Kritis di Era Digital
Kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi kompetensi dasar yang wajib dikuasai generasi muda di tengah gempuran informasi era digital.
Mahasiswa tidak lagi hanya sebagai penikmat informasi, melainkan motor penggerak edukasi publik yang mampu menyajikan ide membangun di dunia maya.
>>> Wisata Medis Penang: Solusi Berobat Resmi dan Cepat Sembuh Terbaru 2026
Pesan ini mengemuka dalam Seminar Nasional Sekolah Pemimpin 2026 yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta.
Urgensi Ketahanan Intelektual di Ruang Digital
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNISRI. Seminar ini membedah topik kepemimpinan muda dan penguatan ketahanan intelektual di tengah dominasi media sosial.
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Umum Inklusi Pemuda sekaligus Wakil Sekretaris Bidang PB HMI, Raenald Arzan Sitompul, memberikan pandangannya.
Bersama praktisi Azalea Putri Utami, ia mengulas tantangan masyarakat menghadapi arus informasi digital, termasuk disinformasi dan hoaks.
Raenald menekankan bahwa kebangkitan intelektual pemuda harus bermula dari keberanian mengkritisi setiap fenomena di masyarakat.
Ia menilai mahasiswa wajib memperluas cakrawala pengetahuan dan meningkatkan kepedulian terhadap isu konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Poin penting fondasi kepemimpinan muda menurut Raenald:
- Kesadaran intelektual sebagai fondasi utama dalam memimpin.
- Kecakapan menyaring informasi secara kritis.
- Kemampuan mendalam memahami persoalan secara komprehensif.
- Keberanian memperjuangkan isu yang berpihak pada kepentingan publik.
Penjelasan ini menitikberatkan pada pentingnya nalar kuat agar setiap tindakan pemuda memiliki dasar yang kokoh dan bermanfaat.
Literasi sebagai Fondasi Kepemimpinan
Raenald memaparkan bahwa keahlian menganalisis masalah menggunakan data dan fakta menjadi krusial di tengah banjir informasi harian.
Budaya literasi yang mencakup membaca, menelaah, hingga mengkaji fenomena harus diperkuat sebagai landasan kepemimpinan generasi muda.
Update Terbaru
Emelec Hadapi Orense di Machala di Tengah Krisis Gol dan Sanksi FIFA
Jumat / 17-07-2026, 08:15 WIB
WNBA Tunda Laga Liberty vs Wings Akibat Gangguan Penerbangan
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Washington Mystics Hadapi Portland Fire di CareFirst Arena
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Kabut Asap Kebakaran Hutan Chicago Diprediksi Hilang Jumat Sore
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Boca Juniors Hadapi Sarmiento di Babak 16 Besar Copa Argentina
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Penguntit Shia LaBeouf Klaim Aktor Itu Klon dan Korban Perdagangan Seks
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
CF Montreal Hadapi Toronto FC di Laga Klasik Kanada Usai Piala Dunia
Jumat / 17-07-2026, 08:13 WIB
Kreator 'Full House' Jeff Franklin Jual Rumah Mewah di Beverly Hills Rp 700 M
Jumat / 17-07-2026, 08:12 WIB
Pengacara Armando Rubio Minta Bantuan DHS untuk Jenguk Anak Sakit
Jumat / 17-07-2026, 08:12 WIB
Rapper Desiigner Ditangkap Lagi atas Tuduhan KDRT dan Perusakan Barang
Jumat / 17-07-2026, 08:08 WIB
AI Claude Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai 50 Ribu Simulasi
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB
Iker Casillas Sebut Strategi Bertahan Tuchel Jadi Biang Kekalahan Inggris
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB
Rapat DPRD Riau Memanas: Suara Tinggi, Gebrak Meja, hingga Tantang Duel
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB
Dirut Agrinas Minta Maaf soal Gaji Kopdes Merah Putih, Akui Salah Hitung Pakai Excel
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB







