Banyak orang tua secara spontan memuji anak dengan sebutan "anak pintar". Namun, kebiasaan ini perlu diubah karena berisiko membuat anak terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Pujian seperti itu dapat memicu asumsi pada anak bahwa dirinya baru dihargai saat mencapai hasil sempurna. Padahal, yang lebih dibutuhkan adalah perhatian terhadap proses dan kerja keras mereka.

>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Kesabaran Kunci Sukses

Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba lagi. Orang tua perlu memilih kalimat apresiasi yang tepat dalam interaksi sehari-hari.

Alternatif Kalimat Apresiasi

Berikut sepuluh contoh ungkapan yang bisa diterapkan, berdasarkan informasi dari laman Motherly:

  • "Kamu memilih pakaian merah itu dan kamu mengancingkan semua kancingnya sendiri. Itu butuh banyak usaha."
  • "Wow. Butuh banyak kerja keras untuk mendapatkan nilai 100 pada tugasmu. Bunda yakin kamu merasa sangat senang karena kerja kerasmu membuahkan hasil."
  • "Bunda melihat warna biru, hijau, hitam, dan kuning di gambarmu. Kamu memilih untuk menggunakan banyak warna kuning! Dan lihat bagaimana kamu membuat lingkaran-lingkaran besar dengan spidolmu untuk membuat begitu banyak bentuk lingkaran."
  • "Lihat betapa besarnya tenagamu! Betapa beratnya usaha yang dibutuhkan untuk membawa tas itu sampai ke atas tangga. Bunda menghargai bantuanmu."
  • "Betapa besar komitmenmu terhadap latihan. Bunda bisa melihat betapa senangnya kamu bisa masuk tim di sekolah!"
  • "Matematika memang butuh ketelitian! Lihatlah semua soal yang telah kamu selesaikan. Kamu sudah berkonsentrasi mengerjakannya dalam waktu yang lama."
  • "Temanmu senang kamu berbagi mainanmu! Sungguh perbuatan yang baik."
  • "Dibutuhkan banyak keberanian untuk mencoba hal yang menantang. Jika kamu sudah siap, kamu bisa mencobanya."
  • "Ucapan temanmu tadi memang membuat perasaanmu sedih. Bunda mengerti kamu merasa terluka, jadi coba ceritakan apa yang kamu rasakan sekarang."
  • "Tugas itu memang cukup sulit dikerjakan. Bunda bisa melihat kamu sudah berusaha keras menyelesaikannya meski sempat merasa kesal."