Polisi Tangkap Pengemudi Sigra yang Rusak Mobil di Tol JORR
Aksi anarkis terjadi di ruas Tol JORR, Pondok Pinang, Jakarta, pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 19.22 WIB.
Seorang pengemudi Daihatsu Sigra merusak mobil pengendara lain diduga karena emosi tidak diberi jalan untuk menyalip dari lajur kiri.
>>> Periklindo Edukasi Pengguna Mobil Listrik soal Pengisian Daya Baterai
Insiden bermula saat korban mengendarai minibus setelah masuk melalui Gerbang Tol Pondok Pinang.
Mobil pelaku menyerempet korban dan memaksa masuk melalui lajur kiri yang sempit.
Polisi bergerak cepat mengidentifikasi pelaku setelah video aksi tersebut viral di media sosial.
Pelaku kini telah ditangkap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Yang pasti, dalam kejadian tersebut pelaku merasa tidak diberikan jalan pada saat mau menyalip di bagian kiri, sehingga tiba-tiba pelaku merasa kesal, menghampiri korban, dan melakukan perusakan tersebut," kata Panit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Pendi Wibisono.
Setelah menyerempet korban, pengemudi Sigra memotong jalur dari arah kanan dan sengaja menabrakkan kendaraannya.
>>> Klaim Asuransi Mobil Kredit Ditolak? Cek Perubahan Skema Perlindungan
Pelaku kemudian turun dengan membawa kunci roda dan memukul spion kanan korban hingga rusak.
"Pada saat itu juga pelaku langsung memukul spion kanan korban dan langsung melakukan pengrusakan sehingga spion milik korban jatuh dan mengalami kerugian lecet-lecet di bagian mobil dan mengalami kerusakan spion bagian kanan," lanjut Pendi.
Fenomena Road Rage
Tindakan agresif pengemudi Sigra dikategorikan sebagai fenomena road rage yang dipicu persoalan sepele saat berkendara.
"Kesadaran aturan hukum dan tata tertib berlalu lintas di jalan yang lemah. Kesadaran berbagi (empati) yang lemah.
Dan penegakan hukum paska kejadian yang kurang tegas," kata Praktisi keselamatan berkendara sekaligus founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.
Menurut Jusri, perilaku emosional yang berujung kekerasan di jalan raya masih sering terjadi karena kecakapan pengemudi rendah dan kurangnya ketegasan sanksi hukum.
>>> Penjualan Global Toyota Turun Imbas Tekanan Pasar di China
"Kasus-kasus seperti ini banyak mengakibatkan tindak anarkis atau fisik, perusakan namun berakhir dengan tidak berlanjutnya menjadi kasus hukum sama dengan damai dengan pertimbangan restorative justice," ungkap Jusri.
Update Terbaru
5 Langkah Mudah Cek In Harian untuk Saldo Dana Gratis 2026
Kamis / 16-07-2026, 16:50 WIB
Kopdes Merah Putih Diklaim Bikin Harga Barang di Desa Lebih Murah dan Stabil
Kamis / 16-07-2026, 16:49 WIB
GIIAS 2026 Kedatangan 10 Merek Baru, Ini Daftarnya
Kamis / 16-07-2026, 16:49 WIB
Prabowo Bantah Bangsa Indonesia Malas, Sebut Rakyat Bekerja Sejak Subuh
Kamis / 16-07-2026, 16:49 WIB
Wacana Pencoretan Murid Mampu dari MBG Dinilai Picu Perundungan
Kamis / 16-07-2026, 16:49 WIB
Galaxy Tab S12 Ultra Live Image Bocor, Tak Ada Upgrade Kamera Hole-Punch
Kamis / 16-07-2026, 16:49 WIB
Panduan Memilih Treatment Lash yang Tepat dari Misumi Lash & Beauty
Kamis / 16-07-2026, 16:48 WIB
Bikin Sendiri Flower Gift Box Korea di Workshop Ini, Daftar Sekarang!
Kamis / 16-07-2026, 16:47 WIB
Adu Adventure 250cc: Morbidelli T250X vs QJMotor Tourino 250 DX
Kamis / 16-07-2026, 16:47 WIB
3 Kunci Fesyen Erling Haaland yang Mencuri Perhatian
Kamis / 16-07-2026, 16:36 WIB
Iran Pajang Poster Presiden AS di Peti Mati: Matilah Trump!
Kamis / 16-07-2026, 16:36 WIB
Standard Chartered Indonesia Luncurkan PaaS, Otomatisasi Pembayaran Korporasi
Kamis / 16-07-2026, 16:36 WIB
Spanyol vs Argentina, Final Ideal Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 16:35 WIB
Nick Faldo Kritis Gaya Bryson DeChambeau Jelang The Open
Kamis / 16-07-2026, 16:35 WIB







