Kisah Perjuangan Lei Jun: dari Pembagi Brosur hingga Miliarder Xiaomi
Ia menegaskan bahwa karakteristik Xiaomi dan Apple sangat berbeda, sehingga ia kerap kehabisan kata-kata saat ditanya soal julukan itu.
>>> Cara Mematikan Akses Data Internet WhatsApp agar Liburan Tenang
"Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun," ujarnya.
Strategi Bisnis Tanpa Iklan dan Lonjakan Kekayaan
Lei Jun sudah berkarier di dunia teknologi sejak 1992 sebelum mendirikan Xiaomi pada 2010. Saat meluncurkan ponsel pintar pertama, ia menerapkan strategi unik dengan meniadakan biaya iklan.
Xiaomi menjual produk secara langsung untuk memangkas komisi pengecer. Perusahaan juga memanfaatkan loyalitas pelanggan untuk menyebarkan ulasan produk secara organik lewat media sosial.
Strategi itu sukses memikat konsumen domestik saat ponsel pertama rilis tahun 2011 karena menawarkan spesifikasi tinggi dan desain ramping dengan harga terjangkau.
"Lei Jun sangat paham.
Dia termasuk yang pertama menyadari bahwa konsumen China perlu merek yang bisa diandalkan," kata Philip Liso, konsultan berbasis di Shanghai dan mantan karyawan Xiaomi.
Setelah menguasai pasar domestik, Xiaomi melebarkan sayap ke Eropa dan Indonesia. Portofolio produknya kini meliputi tablet, laptop, perangkat wearable, alat rumah tangga, hingga mobil pintar.
Untuk meningkatkan kualitas ponsel, Xiaomi juga menggandeng produsen kamera legendaris Leica.
Berdasarkan data Counterpoint tahun 2025, Xiaomi menduduki posisi ketiga dalam lima besar merek ponsel dunia di bawah Apple dan Samsung.
Keberhasilan ini mengantarkan Lei Jun, lulusan Ilmu Komputer Universitas Wuhan, ke jajaran orang terkaya China.
Nilai kekayaan bersihnya pada tahun 2026 mencapai 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 618 triliun.
>>> Dua Lipa dan Callum Turner Resmi Menikah di London
Selain mengelola Xiaomi, Lei Jun telah menyalurkan investasi ke lebih dari 70 perusahaan rintisan yang fokus pada kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi finansial.
Update Terbaru
Pria Lumpuh Kembali Bisa Gerakkan Tangan dan Rasakan Sentuhan Berkat Implan Otak
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Inggris Tersingkir
Jumat / 17-07-2026, 00:14 WIB
Film 'Odyssey' Karya Christopher Nolan Picu Perdebatan Akurasi Sejarah
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
xAI Gugat Pengguna yang Salahgunakan AI untuk Buat Konten Porno Anak
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
Zelenskyy Bela Pemecatan Menteri Pertahanan Ukraina
Jumat / 17-07-2026, 00:12 WIB
Groundbreaking LNG Abadi Masela Dimulai, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Produksi
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
Citi Luncurkan Digital Depositary Receipts untuk Perusahaan Tertutup
Jumat / 17-07-2026, 00:08 WIB
41% Konsumen Indonesia Ganti Merek Mobil, Minat EV Tertinggi di Asia Tenggara
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Menuju Wajib Halal 2026, Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Kemasan Nasional
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
UE Desak Google Buka Akses Android untuk Chatbot AI Pesaing Gemini
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Ben Shapiro Beralih dari Kematian Lindsey Graham ke Promosi dalam Hitungan Detik
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Pipa Air Pecah, Jalanan West Hollywood Tergenang Banjir
Jumat / 17-07-2026, 00:07 WIB
Google Hapus Nama NotebookLM, Ganti Jadi Gemini Notebook
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB
Perebutan Kuasa Pengajuan Grasi R. Kelly: Kubu Berbeda Klaim Wewenang
Jumat / 17-07-2026, 00:02 WIB







