Nenek Streamer Minecraft Jadi Korban Prank Swatting Polisi
"Mereka masuk, lalu satu orang memegang satu lengan saya dan yang lain memegang lengan satunya. Mereka mengantar saya keluar sambil meminta maaf," kata Jacquot.
Menariknya, Jacquot tidak panik dan justru menganggap penggerebekan itu sebagai pengalaman unik. "Saya cuma berpikir, sebenarnya cucu-cucu saya ini sudah berbuat apa?"
>>> CEO Xbox Asha Sharma Pangkas Biaya Langganan Game Pass
katanya sambil tertawa.
Ia bahkan berkelakar senang bisa merasakan naik mobil polisi untuk pertama kalinya. "Lalu saya naik mobil polisi.
Saya belum pernah naik mobil polisi sebelumnya."
Aparat menghabiskan waktu sekitar tiga jam di lokasi sebelum memastikan laporan itu hoaks. Petugas sudah curiga setelah melihat perlengkapan livestream di dalam rumah.
Penyelidikan awal menunjukkan panggilan darurat palsu dilakukan oleh seseorang dengan aksen Perancis. Identitas pelaku masih diselidiki.
"Informasi yang kami dapat sejauh ini, panggilan itu menggunakan aksen Perancis. Mereka belum benar-benar yakin panggilan itu berasal dari mana," kata Jack.
Anggota keluarga lain heran mengapa ada orang yang tega menjadikan sang nenek sebagai target keisengan berbahaya.
"Entah tujuannya untuk menyakiti kami, membuat kami marah, atau ingin mengganggu Grandma Crackers saat siaran langsung," kata Austin Self.
Kejadian ini tidak membuat Jacquot takut kembali beraktivitas di dunia maya. Setelah situasi kondusif, ia memilih beristirahat dan keesokan harinya kembali mengaktifkan siaran langsung Minecraft.
"Mereka tidak akan menentukan apa yang boleh saya lakukan. Mereka juga tidak akan membuat saya takut untuk melakukan ini," tegas Jacquot.
Pasca-insiden, gelombang dukungan dari komunitas online justru mengalir deras. Banyak penonton memberikan pesan simpati.
"Mereka sangat baik dan peduli pada keadaan saya," kata Jacquot.
>>> Garena Rilis Free Fire Beta 2026 untuk Asia Tenggara, Butuh RAM 4 GB
Pihak Kepolisian Queen Creek telah mengonfirmasi peristiwa tersebut dan proses penyelidikan masih berjalan untuk menemukan pelaku.
Update Terbaru
Masalah Visa Ganggu Persiapan Timnas Afrika Selatan Menjelang Piala Dunia 2026
Senin / 01-06-2026, 09:39 WIB
Rayakan Waisak 2026, Umat Buddha Bulungan Tanam Pohon Bodhi demi Kelestarian Alam
Senin / 01-06-2026, 09:39 WIB
Kampung Mualaf di Pedalaman Pulau Buru: Toleransi dan Perubahan
Senin / 01-06-2026, 09:39 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru Mobil Listrik Baterai untuk 2026
Senin / 01-06-2026, 09:34 WIB
Satgas PKH Bongkar Skandal Ekspor Logam Tanah Jarang di Batam
Senin / 01-06-2026, 09:34 WIB
Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Update Poin dan Posisi Pembalap
Senin / 01-06-2026, 09:34 WIB
Veda Ega Pratama Amankan Posisi Lima Besar Moto3 2026 Usai Seri Italia
Senin / 01-06-2026, 09:29 WIB
Satgas PRR Resmikan Layanan Air Bersih Modern untuk Penyintas Bencana 2026
Senin / 01-06-2026, 09:29 WIB
Aturan Baru DHE 2026 Resmi Rilis, Eksportir Patuh Bakal Banjir Insentif Terbaru
Senin / 01-06-2026, 09:29 WIB
Bahaya Menetap di Lajur Kanan Tol Meski Kecepatan Maksimal
Senin / 01-06-2026, 09:24 WIB
Honor Magic 9 Siap Meluncur: HP Flagship Compact dengan Baterai 8.000 mAh
Senin / 01-06-2026, 09:24 WIB
Digitalisasi Bansos 2026: Uji Coba di Banyuwangi Sukses, Perluasan ke 42 Daerah
Senin / 01-06-2026, 09:24 WIB
CATL Siap Produksi Massal Baterai Sodium Ion untuk Kendaraan Listrik
Senin / 01-06-2026, 09:19 WIB
Kepulangan Jemaah Haji 2026: 34.853 Orang Tiba di Soetta Mulai 22 Juni Resmi Aman
Senin / 01-06-2026, 09:19 WIB






