CEO Xbox Asha Sharma mengonfirmasi pemotongan biaya berlangganan Game Pass. Kebijakan ini diambil setelah memo internal perusahaan bocor pada April.

Penurunan harga dilakukan karena layanan dinilai terlalu mahal bagi para pemain. Langkah ini bertujuan memulihkan stabilitas perusahaan setelah kebijakan sebelumnya berdampak negatif.

>>> Garena Rilis Free Fire Beta 2026 untuk Asia Tenggara, Butuh RAM 4 GB

Dilansir dari Gamebrott, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah pengguna baru meningkat dan pelanggan yang mempertahankan layanan bertambah.

Melalui memo internal terbaru yang diperoleh The Verge, Sharma mengungkapkan kondisi perusahaan. Setelah kenaikan harga pada Oktober 2025, paket Ultimate melonjak menjadi 29,99 dolar AS per bulan.

"Pertumbuhan melambat dan jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan Game Pass meningkat setelah perubahan harga dan paket tahun lalu," kata Sharma.

>>> Tren Game Penghasil Uang 1 Juni 2026: Persaingan Ketat, Konsistensi Kunci Utama

Meskipun data spesifik pertumbuhan belum dibagikan, Sharma mengingatkan bahwa pemulihan stabilitas Game Pass masih memerlukan proses panjang.

Selain mengubah kebijakan harga, Sharma juga melakukan penyesuaian branding eksternal.

>>> Gim Simulasi Kereta Api Running Train Karya Anak Bangsa Resmi Meluncur di Steam

Nama perusahaan diubah menjadi huruf kapital semua, "XBOX", untuk merefleksikan gaya pemasaran konsol pertama mereka pada tahun 2001.