Teknik ini terbukti efektif bekerja di berbagai jenis browser. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas browser modern tanpa sengaja menciptakan celah kebocoran data yang sulit dideteksi.

Kendala Operasional dan Langkah Pencegahan

Walaupun metode ini terlihat sangat berbahaya, tim peneliti menjelaskan bahwa ada beberapa hambatan teknis. Salah satunya adalah kebutuhan ruang penyimpanan yang signifikan untuk menjalankan proses pemantauan.

Berikut beberapa faktor pembatas yang membuat serangan ini sulit dilakukan secara diam-diam:

  • Kapasitas File: Membutuhkan pembuatan file minimal 1 GB yang bisa memicu peringatan memori penuh.
  • Target Penyimpanan: Hanya berfungsi jika aplikasi yang dipantau berada dalam satu fisik SSD yang sama.
  • Kompatibilitas Sistem: Baru diuji pada macOS (Apple M2) dan Linux, belum terbukti pada sistem operasi Windows.

Hingga saat ini, belum ditemukan laporan adanya penyalahgunaan teknik FROST di luar lingkungan penelitian laboratorium. Namun, para ilmuwan telah menyarankan langkah mitigasi agar pengembang browser segera bertindak.

Tim peneliti menyarankan vendor besar seperti Google dan Microsoft untuk mulai membatasi kapasitas penggunaan fitur OPFS pada browser mereka.

Selain itu, sistem pemantauan terhadap pola akses penyimpanan yang mencurigakan perlu diperketat.

>>> Jemaah Haji Asal Soppeng Kalungkan Boneka Unta Demi Cucu

Hasil riset mendalam mengenai celah keamanan SSD ini rencananya akan dipresentasikan secara mendetail pada konferensi keamanan siber internasional, DIMVA, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang.