Aydin "iNSaNiA" Sarkohi, ikon Dota 2 dunia, akhirnya buka suara soal keputusannya pensiun.

Dalam wawancara di kanal YouTube Last Free Nation DotA, pemain asal Swedia itu mengaku kehilangan gairah kompetitif.

>>> Buntut Kasus Pekalongan, Kemenag Jateng Desak Pemda Audit Ponpes Tak Berizin

Setelah 10 tahun berkarier, ia merasa tidak lagi merasakan adrenalin dan ketegangan saat bertanding. Fase hidupnya sebagai pemain aktif sudah mencapai titik akhir.

Hilangnya Rasa Tegang di Turnamen

iNSaNiA menjelaskan bahwa sebagian besar turnamen terasa hambar tanpa rasa gugup atau tekanan. Kondisi ini sangat kontras dengan tahun-tahun awal kariernya.

Tanpa rasa tegang, ia sulit menikmati atmosfer pertandingan dengan intensitas penuh. Hal ini perlahan mengikis motivasi bertandingnya.

Kenangan Emosional di The International 2025

Meski gairah memudar, iNSaNiA mengaku sempat merasakan kembali percikan emosi di The International (TI) 2025. Pertandingan melawan Tundra Esports menjadi momen yang membekas.

Ia merasakan tekanan hebat sejak menit pertama laga. Sensasi itu merupakan pengalaman langka yang sudah lama tidak ia rasakan.

>>> Pemalak Mobil Plat B di Dago Atas Bandung Ditangkap, Netizen Puas

TI 2025 membuktikan bahwa The International memiliki aura magis yang berbeda. Turnamen itu mampu membangkitkan sisi emosional terdalam seorang pemain kawakan.

Pertimbangan Matang Sebelum Pensiun

Keputusan pensiun tidak diambil secara mendadak. iNSaNiA sudah mempertimbangkannya jauh sebelum TI 2025.

Ia butuh waktu untuk merenung dan memastikan keputusan terbaik. Keputusan final baru dimantapkan setelah seluruh rangkaian TI 2025 selesai.

Langkah ini menandai akhir perjalanan salah satu pemain support paling berpengaruh di era modern Dota 2.

Kilas Balik Perjalanan Karier iNSaNiA