Data terbaru menunjukkan semakin banyak pembeli kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat yang menukar mobil bensin mereka.

Menurut Edmunds, pada April 2026, sebanyak 72,1% pembeli EV baru menukar kendaraan bermesin bensin, naik dari 67,1% pada Januari tahun yang sama.

>>> Desainer Jaguar Ciptakan Corvette Klasik Modern dengan Lampu Pop-Up

Peningkatan ini terjadi meskipun insentif federal berupa kredit pajak sebesar $7.500 telah dihapus. Beberapa insentif di tingkat negara bagian juga tidak lagi tersedia.

Kenaikan Harga BBM Dorong Peralihan ke EV

Ivan Drury, Senior Director of Insights di Edmunds, mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan tren ini bersifat permanen.

Ia mencatat bahwa harga minyak dan bensin mulai naik setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

“Tiga bulan lagi dengan harga bensin tinggi dan angka tukar tambah EV yang tinggi akan memberikan indikasi yang lebih baik apakah konsumen merasa cukup terjepit di pompa bensin untuk beralih,” ujar Drury kepada CNBC.

Data Cox Automotive menunjukkan harga EV bekas naik 11% sejak awal tahun dan telah melampaui harga mobil bensin bekas selama enam minggu berturut-turut.

Indeks Nilai Kendaraan Bekas Manheim juga naik sekitar 4% dibanding tahun lalu.

>>> Debat Sengit Insinyur Lexus soal Suspensi ES Baru, Bukan Tenaga atau Layar

Jeremy Robb, Chief Economist di Cox Automotive, mengatakan semakin lama harga bensin tetap tinggi, semakin banyak konsumen yang beralih ke kendaraan hemat bahan bakar.

Ia juga menekankan pentingnya memantau tren harga EV seiring bertambahnya jumlah EV yang selesai masa sewa.

Menariknya, mobil sport utility vehicle (SUV) bensin bekas mengalami apresiasi paling rendah, hanya 0,3% rata-rata sejak tahun lalu.

Sebaliknya, mobil kompak—yang relatif hemat bahan bakar—mengalami kenaikan tertinggi kedua sebesar 7,6%.

Meskipun data menunjukkan pergeseran yang menarik, para analis mengingatkan bahwa faktor harga bensin masih menjadi pendorong utama.

>>> Porsche Cayenne Disulap Jadi Pickup, Dijual Rp470 Jutaan

Belum dapat dipastikan apakah ini merupakan perubahan struktural atau hanya reaksi sementara terhadap kenaikan harga BBM.