PT KAI Services kini menghadirkan inovasi baru dengan menggandeng pelaku UMKM lokal.

Langkah ini bertujuan memperkaya pilihan menu di atas kereta api dan memberikan pengalaman kuliner autentik bagi penumpang.

>>> Terbukti Tangguh, Pelumas Ini Resmi Lolos Uji Toyota Gazoo Racing Indonesia 2026

Hidangan khas Bumi Blambangan kini dapat dinikmati langsung di dalam kereta selama perjalanan.

Menu lokal ini menjadi kabar baik bagi pecinta kuliner yang rindu cita rasa tradisional Jawa Timur.

Kolaborasi dengan UMKM Kuliner Ternama

KAI Services bekerja sama dengan dua destinasi kuliner populer di Banyuwangi, yaitu Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan.

Keduanya dikenal menyajikan hidangan dengan cita rasa khas dan menjaga standar kualitas.

Warung Mbok Wah menghadirkan Nasi Tempong, sajian ikonik Banyuwangi dengan sambal pedas menggunakan tomat ranti. Sambal ini memberikan rasa segar dan aroma berbeda dari sambal pada umumnya.

Berikut pilihan menu kuliner khas Banyuwangi yang tersedia di kereta api:

>>> 3 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026, Simak Syaratnya

  • Nasi Tempong dengan pilihan lauk ayam, udang, atau telur dari Warung Mbok Wah.
  • Ayam Lodoh dan Nasi Bakar gurih dari Srengenge Wetan.
  • Plencing Ayam dan variasi Nasi Tempong Ayam juga disediakan oleh Srengenge Wetan.

Menu tersebut dikurasi agar praktis dinikmati di ruang terbatas seperti kereta api tanpa mengurangi keaslian rasa. Penumpang dapat memesan melalui kru restorasi yang bertugas.

Daftar Kereta dan Antusiasme Penumpang

Sajian ini dikhususkan bagi perjalanan kereta api yang memiliki relasi dengan Stasiun Banyuwangi. Kehadiran menu lokal ini diharapkan mempromosikan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat luas.

Berikut kereta api yang menyediakan menu khas Banyuwangi:

  • KA Sangkuriang: Bandung - Ketapang (PP)
  • KA Blambangan Ekspres: Pasar Senen - Ketapang (PP)
  • KA Wijaya Kusuma: Cilacap - Ketapang (PP)
  • KA Logawa: Purwokerto - Jember - Banyuwangi (PP)

Armada tersebut sudah dilengkapi layanan kuliner UMKM lokal sejak Mei 2026. Penumpang pada rute-rute itu bisa merasakan sensasi "makan di Banyuwangi" sebelum sampai tujuan.

Respon masyarakat terhadap menu baru ini sangat positif. Dalam satu kali perjalanan, rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas laku terjual.

Proses pembuatan dijaga kualitasnya karena dimasak langsung oleh mitra UMKM sebelum didistribusikan ke stasiun.

>>> Mengejutkan, Odsonne Edouard Tolak Panggilan Timnas Haiti demi Hormati Pemain Lain

KAI Services menjamin rasa yang sampai ke penumpang tetap sama dengan versi aslinya di kedai.