Setu Asih Pulo di Depok kini tampil dengan wajah baru yang lebih tertata dan asri.

Kawasan ini menjadi tempat favorit warga lokal untuk melepas penat berkat pepohonan hijau dan udara yang relatif bersih dari polusi.

>>> WMO: Suhu Bumi Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Terbaru hingga 2026

Meskipun nyaman untuk aktivitas olahraga seperti jogging dan bersepeda, keberadaan setu ini justru dikeluhkan warga sekitar.

Fasilitas yang semakin rapi tersebut diduga menjadi pemicu banjir yang merendam permukiman penduduk di sekitarnya.

Secara visual, pengunjung dapat dengan mudah menemukan lokasi ini karena adanya papan nama besar berwarna merah pada pagar batu.

Area setu juga telah dipagari dengan besi berwarna kuning serta jalur pejalan kaki berbahan batu paving yang terlihat estetis.

Anggaran Besar dan Pelaksanaan Proyek

Berdasarkan informasi dari akun media sosial Kementerian Pekerjaan Umum, proyek peremajaan Setu Asih Pulo ini menelan biaya yang fantastis.

Total dana yang dialokasikan mencapai Rp 36,9 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2022.

Pelaksanaan proyek ini berada di bawah kendali Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan dari BBWS Ciliwung Cisadane.

Meskipun biayanya sangat besar, hasilnya dianggap belum mampu mengatasi masalah lingkungan yang ada.

Rincian proyek revitalisasi Setu Asih Pulo: total anggaran Rp 36,9 miliar, sumber dana APBN 2022 Kementerian PUPR, pelaksana SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Ciliwung Cisadane, tahun selesai 2023, fasilitas baru pagar besi, jalur jogging paving block, papan nama.

Kesenjangan Antara Harapan dan Realitas

Muhammad Hasan, pria berusia 62 tahun yang bertindak sebagai pengawas setu, menceritakan perjuangannya mengusulkan revitalisasi ini.

Proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat tersebut setidaknya memakan waktu hingga tiga tahun sebelum akhirnya disetujui.