Ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan ibadah yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan kepada Tuhan (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannas).

"اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ."

Khatib menjelaskan bahwa perintah berkurban memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar memotong hewan ternak.

Kurban adalah simbol kepatuhan mutlak, upaya mengikis ego pribadi, dan bukti nyata keimanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Selain itu, pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan merupakan bentuk nyata solidaritas sosial.

Islam mengajarkan bahwa rezeki yang kita miliki harus berbagi manfaat, membantu fakir miskin, dan memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Khutbah kedua ditutup dengan doa permohonan ampunan bagi seluruh kaum muslimin. Harapannya, ibadah yang dilakukan dapat membawa keberkahan dan kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.

2. Khutbah Tentang Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Tema kedua berfokus pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketulusan.

>>> Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026?

Bulan Dzulhijjah memang dikenal sebagai bulan penuh amal ibadah, terutama haji dan kurban.

Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran luar biasa tentang cara mencintai Allah di atas segalanya. Beliau rela mengorbankan putra tercintanya demi memenuhi titah Sang Pencipta tanpa keraguan sedikit pun.

"اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ شَرَعَ لَنَا دِيْنًا قَيِّمًا، وَأَمَرَنَا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ مُبْتَغِيْنَ بِهِ وَجْهَهُ الْكَرِيْمَ."