Titik balik bagi PSG datang di pertengahan babak kedua melalui insiden di kotak penalti. Cristhian Mosquera dianggap melanggar Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak terlarang.

Wasit Daniel Siebert tanpa ragu menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65.

Gol tersebut membangkitkan semangat PSG yang tampil semakin agresif. Mereka hampir berbalik unggul melalui serangan balik cepat.

Kvaratskhelia nyaris mencetak gol andai tendangan kerasnya tidak membentur tiang gawang. Arsenal juga tidak tinggal diam dan mulai memberikan tekanan balik.

Permainan terbuka dengan jual beli serangan terus terjadi di sisa waktu normal. Hingga peluit panjang ditiupkan, tidak ada tambahan gol sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Drama Tambahan Waktu dan Adu Penalti

Pada babak extra time, tensi pertandingan tetap terjaga meski stamina pemain mulai menurun. Momen krusial terjadi pada menit ke-102 yang melibatkan pemain pengganti Arsenal, Noni Madueke.

Madueke terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan bek kiri PSG, Nuno Mendes. Meski ada kontak fisik, wasit tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan penalti.

VAR sempat meninjau insiden tersebut untuk memastikan keabsahan keputusan wasit. Hasilnya, VAR tidak melakukan intervensi karena tidak ditemukan kesalahan fatal.

Dalam tayangan ulang, terlihat kedua pemain saling tarik-menarik sebelum Madueke jatuh. Setelah insiden itu, tidak ada peluang berbahaya lagi hingga laga ditentukan lewat adu penalti.

Berikut daftar eksekutor penalti yang sukses:

  • Goncalo Ramos: Penendang pembuka yang sukses memberikan ketenangan bagi PSG.
  • Desire Doue: Pemain muda ini menunjukkan ketenangan luar biasa di final.
  • Achraf Hakimi: Bek sayap andalan melepaskan tembakan akurat yang gagal dijangkau kiper.
  • Lucas Beraldo: Eksekusinya memastikan PSG tetap unggul dalam perolehan skor.
  • Viktor Gyokeres: Sukses memperpanjang napas Arsenal dengan gol penalti tenang.
  • Declan Rice: Kapten lini tengah Arsenal mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
  • Gabriel Martinelli: Menyumbangkan poin penalti terakhir bagi Arsenal sebelum drama berakhir pilu.

Ketenangan pemain PSG dalam mengeksekusi penalti menjadi pembeda utama. Kegagalan dua pemain Arsenal membuat mereka harus puas menjadi runner-up.

Kemenangan ini mengukuhkan posisi PSG sebagai salah satu kekuatan utama di kancah sepak bola internasional.

Trofi ini menjadi pencapaian luar biasa bagi manajemen klub yang telah melakukan investasi besar.

>>> Matvey Safonov Nyaris 'Magabut' Tanpa Save di Final Liga Champions 2026

>>> The God of Highschool Legends Resmi Rilis 2026, Game Terbaru yang Paling Dicari

>>> Jadwal Resmi Kualifikasi Piala Asia U20 2026: Indonesia Lawan Malaysia di Laga Perdana