Arsenal berhasil mengantongi pendapatan sebesar 141,18 juta poundsterling atau sekitar Rp3,1 triliun dari partisipasi mereka di Liga Champions musim 2025/2026.

Jumlah tersebut diperoleh setelah tim asuhan Mikel Arteta finis sebagai runner-up usai kalah adu penalti 3-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di final.

>>> Emil Audero Catat Rekor Penyelamatan Terbanyak Serie A Meski Cremonese Degradasi

Pertandingan final berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026).

Pendapatan itu mencakup tambahan dana sebesar 16 juta poundsterling khusus untuk posisi runner-up.

Nilai total hadiah yang diraih Arsenal musim ini bahkan melampaui pendapatan PSG saat menjuarai kompetisi serupa musim sebelumnya.

Hal itu terjadi berkat penerapan format baru UEFA yang memberikan hadiah lebih besar.

Pemasukan besar Arsenal tidak lepas dari performa impresif di fase awal kompetisi.

Tim London Utara itu menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga untuk langsung melaju ke babak 16 besar.

>>> PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti di Final Liga Champions

Langkah mereka menuju laga puncak pertama sejak 2006 dilakukan dengan menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid.

Kendati mendominasi, pertandingan final berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Penentuan juara harus diselesaikan lewat adu penalti yang berakhir dengan kegagalan Arsenal mengangkat trofi.

Menurut data Squawka, gawang Arsenal hanya tertinggal dari lawan selama total 43 menit sepanjang kompetisi musim ini.

Hasil di Puskas Arena memperpanjang rekor kurang memuaskan bagi Arsenal di sejarah kompetisi elite Eropa.

>>> 15 Statistik Menarik Final Liga Champions: PSG vs Arsenal

Klub tersebut kini memegang catatan sebagai tim dengan jumlah penampilan terbanyak di Liga Champions dan European Cup, yaitu 226 pertandingan, tanpa pernah sekali pun memenangkan gelar juara.