China Perketat Larangan Perjalanan Peneliti AI DeepSeek dan Alibaba ke Luar Negeri
Pemerintah China kini memperketat pengawasan terhadap para ahli kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di perusahaan besar seperti Alibaba dan DeepSeek.
Langkah ini diambil dengan membatasi ruang gerak mereka untuk bepergian ke luar negeri guna melindungi aset teknologi negara.
>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Pakai NIK, Cair Cepat ke Rekening KKS
Kebijakan tersebut menandakan upaya serius Beijing dalam menjaga keunggulan teknologi di tengah persaingan ketat dengan Amerika Serikat.
Melansir laporan dari Bloomberg, sejumlah individu yang dianggap memegang peran strategis dalam industri AI kini masuk dalam daftar pantauan khusus.
Izin Khusus bagi Talenta Strategis
Setiap personel yang dinilai penting oleh negara wajib mengantongi persetujuan resmi dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan internasional.
Ketentuan ini berlaku bagi mereka yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan teknologi AI di China.
Sebelumnya, larangan bepergian semacam ini biasanya hanya menyasar peneliti di universitas ternama, ilmuwan nuklir, atau pejabat di perusahaan milik negara.
Namun, cakupan kebijakan tersebut kini diperluas hingga menyentuh sektor swasta dan startup teknologi.
Beberapa profil profesional yang kini berada dalam pengawasan ketat pemerintah meliputi:
- Para pendiri startup teknologi yang sedang berkembang pesat.
- Peneliti senior yang fokus pada pengembangan model bahasa besar.
- Eksekutif tingkat tinggi di perusahaan teknologi swasta.
- Engineer yang memiliki keahlian khusus dalam infrastruktur komputasi.
Hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai jumlah individu yang terdampak atau posisi spesifik yang menjadi target utama.
Keputusan memasukkan seseorang ke dalam daftar cekal didasarkan pada penilaian seberapa vital kontribusi mereka bagi kepentingan nasional.
>>> 7 Manfaat Kopi Hitam untuk Kesehatan 2026, Rahasia Fokus dan Energi Alami
Update Terbaru
Dev id Software yang Di-PHK Ragukan Masa Depan id Tech
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
AS Kembali Terapkan Blokade Laut di Pelabuhan Iran
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Pria Terjebak di Bawah Dudukan Toilet Portabel Diselamatkan Petugas Pemadam Kebakaran Kansas City
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Bintang '90 Day Fiancé' Armando Ditolak Masuk AS Saat Putrinya di ICU
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Mason Haynes, Bodyguard Keluarga Kardashian, Tewas dalam Kecelakaan Mobil
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Messi Berubah Jadi 'Ahli Assist', Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok saat Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Honda Gantikan Google Assistant dengan Gemini di Model Terpilih
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Jadwal Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Pria Malaysia Ditangkap karena Menguntit dan Mengendus Sepatu Mahasiswi
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Enzo Fernandez, Pahlawan Bayangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Kadin: Stabilitas Rupiah Lebih Penting dari Penurunan Suku Bunga
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Ranking FIFA: Argentina Kini Nomor 1 Usai Kalahkan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 05:56 WIB







