Botafogo menelan kekalahan 1-2 dari Bahia pada pekan ke-18 Liga Brasil di Arena Fonte Nova, Sabtu (30/5/2026).

Hasil ini memicu protes keras dari pihak klub terkait kondisi lapangan dan kepemimpinan wasit Davi de Oliveira Lacerda.

>>> PSPertahankan Gelar Juara Liga Champions Usai Tekuk Arsenal Lewat Adu Penalti

Kekalahan tersebut membuat Botafogo tertahan di peringkat ke-11 klasemen dengan 22 poin. Kompetisi akan dihentikan selama lebih dari satu bulan untuk menyambut Piala Dunia.

Protes Cabral soal Lapangan

Penyerang Botafogo, Cabral, meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia mengkritik buruknya fasilitas stadion milik tuan rumah.

"Aí, a gente vem jogar nesse pasto aqui. É complicado.

O Bahia tem estádio próprio e não consegue dar um campo bom para uma Série A de Brasileiro.

Isso é uma vergonha," ujar Cabral.

Kondisi rumput alami di markas Bahia dinilai tidak layak untuk pertandingan kasta tertinggi sepak bola Brasil.

Cabral kemudian mengaitkan situasi ini dengan komentar kritis pelatih Corinthians, Fernando Diniz, mengenai rumput sintetis di Stadion Nilton Santos.

"O senhor Fernando Diniz foi lá no nosso campo e falou que 'é impossível jogar nesse campo'.

Como é que você cobra um gramado sintético sendo que você dá essas condições de jogo para um adversário?"

tambah Cabral.

Keputusan Wasit Dipertanyakan

Selain infrastruktur, kubu Botafogo merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Davi de Oliveira Lacerda mengeluarkan kartu merah untuk Neto, tetapi membatalkan kartu merah untuk pemain Bahia, Ademir.

Cabral menyoroti inkonsistensi wasit dalam menerapkan aturan. "Fomos prejudicados.

Quando eu jogava na Europa, prometi para mim mesmo que, quando eu jogasse no Brasil, não falaria de arbitragem, porque é muito cansativo.