Kai Havertz mencatatkan namanya dalam buku sejarah Liga Champions meski gagal membawa Arsenal menjadi juara.

Langkah The Gunners terhenti setelah kalah adu penalti 3-4 dari PSG dalam laga final yang dramatis.

>>> Jadwal Siaran Langsung F1 GP Australia 2026: George Russell Siap Beri Kejutan

Pertandingan puncak musim 2025-2026 tersebut digelar di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu malam waktu setempat.

Arsenal sempat memimpin lebih dulu lewat gol cepat yang dilesakkan Havertz pada menit keenam.

Gol tersebut bermula dari kesalahan bek PSG, Marquinhos, yang bermaksud menyapu bola namun justru mengenai tubuh Leandro Trossard.

Bola liar tersebut jatuh ke kaki Havertz yang langsung membawanya masuk ke kotak penalti lawan.

Pemain asal Jerman ini dengan tenang melepaskan sepakan kaki kiri dari sudut sempit sebelum bek lawan sempat menutup ruang.

Meski akhirnya Arsenal kalah, gol ini menempatkan Havertz dalam jajaran elit pencetak gol di final Liga Champions.

Mengulang Sejarah Lima Tahun Silam

Bagi Kai Havertz, momen membobol gawang lawan di partai final bukanlah hal yang baru.

Lima tahun lalu, ia melakukan hal serupa saat masih membela Chelsea di final musim 2021.

Kala itu, Havertz menjadi pahlawan tunggal kemenangan Chelsea atas Manchester City melalui golnya di menit ke-42.

>>> John Herdman Terkesan dengan Performa Rayhan Hannan di Timnas Indonesia

Keberhasilan mencetak gol untuk dua klub berbeda di partai final Liga Champions adalah prestasi yang sangat jarang terjadi.

Berdasarkan data statistik dari Opta Sports, hanya ada dua nama besar lain yang sanggup mencatatkan rekor serupa. Mereka adalah penyerang legendaris Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic.