Masa Depan AI dalam Pandangan Hegel hingga Habermas, Ini Analisis Terbarunya (Bag II)
Dominasi Narasi dan Kekerasan Epistemik
Foucault menganalisis bagaimana kekuasaan mengontrol narasi sejarah dan menentukan siapa yang berhak berbicara. Dalam AI, model bahasa besar dilatih dengan data berbahasa Inggris yang mengikuti standar Barat.
Akibatnya, perspektif media arus utama dominan, sementara suara kelompok marginal hilang. Mekanisme ini disebut produksi ketidakhadiran, di mana kekuasaan memastikan suara tertentu tidak pernah ada dalam wacana resmi.
Ketika sistem AI mengoreksi kesaksian penyintas genosida berdasarkan "fakta" dominan, terjadi kekerasan epistemik.
Bahaya terbesar AI bukanlah kebohongan, melainkan ketika ia memantulkan tatanan dunia yang tidak adil seolah-olah kebenaran mutlak.
Oligopoli Epistemik
Dalam analisis genealogisnya, Foucault mempertanyakan siapa yang diuntungkan dari sebuah sistem. Jawabannya dalam pengembangan AI cukup suram.
Tiga pilar utama dibutuhkan untuk mengembangkan model AI tingkat dunia: modal finansial, data masif, dan talenta ahli. Hanya segelintir korporasi raksasa yang memiliki sumber daya tersebut.
Konsentrasi ini menciptakan oligopoli epistemik, di mana sedikit entitas mengontrol pengetahuan global.
Sistem ini bersifat self-reinforcing: semakin banyak pengguna, semakin banyak data, semakin kuat model, dan mustahil bagi pesaing baru untuk menandingi.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$92 Usai Hubungan AS-Iran Membaik, Ini Update Terbaru 2026
Fenomena ini mencerminkan logika akumulasi kapital paling murni. Kapitalisme kini tidak hanya menguasai sumber daya fisik, tetapi juga mengkolonisasi ranah produksi pengetahuan melalui mesin cerdas.
Update Terbaru
Mayapada Hospital Kuningan Luncurkan International Care Concierge untuk Komunitas Global
Kamis / 16-07-2026, 13:28 WIB
Cerita dari SDN Hanya Satu Murid Baru di Kampung KB Ciamis
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
10 Kota Terbaik untuk Liburan Luar Negeri Pertama, Bukan Paris atau London
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Hari Ini
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
Kamis / 16-07-2026, 13:22 WIB
Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
WN Singapura Cekik Pacar di Bali Hingga Tewas, Pelaku Ditangkap
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timur Tengah
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Terungkap Isi Cekcok Bellingham dan Messi Saat Inggris vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Cristian Romero Viral Usai Rayakan Gol dan Kemenangan di Depan Pemain Inggris
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
FIFA Rencanakan Halftime Show di Final Piala Dunia 2026, Kontroversi Muncul
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai Terkait Bocornya Surat Perjalanan Dinas
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
AS Ikut Tembaki Kapal Tanker di Dekat Selat Hormuz, Ada Apa?
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB







