Masa Depan AI dalam Pandangan Hegel hingga Habermas, Ini Analisis Terbarunya (Bag II)
Dominasi Narasi dan Kekerasan Epistemik
Foucault menganalisis bagaimana kekuasaan mengontrol narasi sejarah dan menentukan siapa yang berhak berbicara. Dalam AI, model bahasa besar dilatih dengan data berbahasa Inggris yang mengikuti standar Barat.
Akibatnya, perspektif media arus utama dominan, sementara suara kelompok marginal hilang. Mekanisme ini disebut produksi ketidakhadiran, di mana kekuasaan memastikan suara tertentu tidak pernah ada dalam wacana resmi.
Ketika sistem AI mengoreksi kesaksian penyintas genosida berdasarkan "fakta" dominan, terjadi kekerasan epistemik.
Bahaya terbesar AI bukanlah kebohongan, melainkan ketika ia memantulkan tatanan dunia yang tidak adil seolah-olah kebenaran mutlak.
Oligopoli Epistemik
Dalam analisis genealogisnya, Foucault mempertanyakan siapa yang diuntungkan dari sebuah sistem. Jawabannya dalam pengembangan AI cukup suram.
Tiga pilar utama dibutuhkan untuk mengembangkan model AI tingkat dunia: modal finansial, data masif, dan talenta ahli. Hanya segelintir korporasi raksasa yang memiliki sumber daya tersebut.
Konsentrasi ini menciptakan oligopoli epistemik, di mana sedikit entitas mengontrol pengetahuan global.
Sistem ini bersifat self-reinforcing: semakin banyak pengguna, semakin banyak data, semakin kuat model, dan mustahil bagi pesaing baru untuk menandingi.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$92 Usai Hubungan AS-Iran Membaik, Ini Update Terbaru 2026
Fenomena ini mencerminkan logika akumulasi kapital paling murni. Kapitalisme kini tidak hanya menguasai sumber daya fisik, tetapi juga mengkolonisasi ranah produksi pengetahuan melalui mesin cerdas.
Update Terbaru
PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Tekuk Arsenal di Budapest
Minggu / 31-05-2026, 12:23 WIB
Julian Nagelsmann Optimis Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu / 31-05-2026, 12:23 WIB
Timnas Ekuador Hadapi Arab Saudi Tanpa Pilar Lini Belakang Utama
Minggu / 31-05-2026, 12:18 WIB
Resmi Dipecat Liverpool, Arne Slot Masuk Radar Utama AC Milan
Minggu / 31-05-2026, 12:18 WIB
Arsenal Gagal Juara Liga Champions Usai Kalah Adu Penalti dari PSG
Minggu / 31-05-2026, 12:15 WIB
Usai Tunangan, Maarten Paes Langsung Terbang ke Jakarta demi Timnas Indonesia
Minggu / 31-05-2026, 12:15 WIB
PSG Juara Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Minggu / 31-05-2026, 12:13 WIB
Atletico Madrid Sindir Barcelona dengan Tawaran Konyol untuk Lamine Yamal
Minggu / 31-05-2026, 12:13 WIB
Marquinhos Raih Pujian Usai Juarai Liga Champions Bersama PSG
Minggu / 31-05-2026, 12:08 WIB
Hasil PSG vs Arsenal: Kai Havertz Gagal Samai Rekor Ronaldo di Final Liga Champions
Minggu / 31-05-2026, 12:08 WIB
PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal
Minggu / 31-05-2026, 12:03 WIB
Jadwal Siaran Langsung F1 GP Australia 2026: George Russell Siap Beri Kejutan
Minggu / 31-05-2026, 12:03 WIB
Paris Saint-Germain Juara Liga Champions 2025/2026 Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Minggu / 31-05-2026, 11:58 WIB
John Herdman Terkesan dengan Performa Rayhan Hannan di Timnas Indonesia
Minggu / 31-05-2026, 11:58 WIB






