Blackout Sumatra: Pakar Soroti Risiko Cuaca Ekstrem Terhadap Sistem Listrik 2026
Peristiwa pemadaman listrik massal di Sumatra menjadi sorotan para ahli ketenagalistrikan. Kejadian ini dinilai sebagai bukti nyata tantangan sistem interkoneksi listrik modern.
Perubahan pola iklim menyebabkan variabilitas cuaca ekstrem yang mengancam stabilitas distribusi energi. Diskusi mengenai ketahanan infrastruktur listrik nasional pun mengemuka.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Transmisi Listrik
Kevin Marojahan Banjar Nahor, pakar sistem tenaga listrik dari ITB, menjelaskan bahwa jaringan transmisi tegangan tinggi sangat rentan terhadap kondisi lingkungan.
Faktor seperti suhu udara, kecepatan angin, curah hujan, dan kelembapan berdampak langsung pada konduktor.
Menurut Kevin, parameter cuaca kini menjadi data krusial dalam mengoperasikan jaringan transmisi. Informasi cuaca bukan lagi sekadar pelengkap.
Tantangan Perubahan Iklim Bagi Operator Listrik
Perubahan iklim membuat pola cuaca semakin dinamis dan sulit diprediksi. Operator sistem tenaga listrik dituntut lebih waspada dalam mengelola jaringan.
Operator kini harus memperhitungkan lebih banyak kondisi operasional yang dinamis. Langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas jaringan interkoneksi berskala luas seperti di Sumatra.
Meskipun satu kejadian cuaca ekstrem tidak selalu langsung merusak sistem, ketidakpastian cuaca yang meningkat menambah beban operasional. Variabilitas ini menjadi tantangan bagi keandalan infrastruktur transmisi jangka panjang.
Penyebab Kompleks di Balik Gangguan Masif
Kevin menambahkan bahwa gangguan pada jaringan transmisi skala besar biasanya tidak terjadi karena satu penyebab. Masalah sering muncul dari akumulasi berbagai faktor dalam waktu bersamaan.
Dalam sistem interkoneksi yang luas, gangguan bersifat probabilistik. Gangguan lokal bisa dengan cepat meluas ke wilayah lain.
Kondisi ini dikenal sebagai gangguan berantai atau cascading disturbance. Jika stabilitas sistem terganggu, risiko blackout menjadi sangat tinggi.
Update Terbaru
Pigai Kecam Bullying Picu Bom MAN 3 Padang: Saya Juga Korban Rasis
Rabu / 15-07-2026, 20:56 WIB
Pau Cubarsi Pecahkan Rekor Paolo Maldini di Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 20:55 WIB
Pabrik Pesawat PTDI Bakal Pindah ke Kertajati
Rabu / 15-07-2026, 20:55 WIB
Kurang Sinar Matahari Bisa Bikin Susah Tidur, Ini Penjelasan Dokter
Rabu / 15-07-2026, 20:55 WIB
Cara Menemukan dan Memanen Hardwood di Palworld
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
Pemain Diablo 4 Sebut Season 14 Lelucon, Drop Rate Mythic Uniques Masih Buruk
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
AS Serang Target Militer Iran di Pulau Tunb Besar, Trump Ancang-Ancam Eskalasi
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
Kemenperin Godok Roadmap Baru Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Bank Mandiri Dorong Dua UMKM Binaan Tembus Pasar AS Lewat Pameran Makanan
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Guru Besar UI Usulkan Sirup Sawit Merah untuk Menu MBG Ibu Hamil
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Kejuaraan Terbuka 2026 di Royal Birkdale: Lapangan Baru, Tantangan Baru
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB
Wamenag Bicara Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang: Jangan Terburu-buru Simpulkan
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB
Tuchel Tertawa Maklumi Argentina Ngotot Pakai Jersey 'Jimat'
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB







