"Baik di musim reguler atau pertandingan sebelumnya, Anda harus melawan itu sepanjang waktu.

Dan ketika punggung Anda menempel ke tembok, itu terasa seperti kesempatan terbaik untuk melakukannya," pungkas Wembanyama.

Di kubu Thunder, bintang Shai Gilgeous-Alexander hanya mampu membukukan 15 poin dan 4 assist dengan akurasi tembakan 6 dari 18.

Ia gagal mereplikasi performa impresifnya.

"Saya tidak yakin, sejujurnya," aku Gilgeous-Alexander soal penurunan akurasi. "Banyak tembakan yang saya lepaskan, saya sudah sering melakukannya sebelumnya.

Rasanya enak, tapi hasilnya tidak bagus."

Ia juga mengakui keunggulan agresivitas Spurs. "Mereka adalah agresor dari awal hingga akhir.

Mereka bermain lebih keras, lebih banyak memasukkan tembakan, lebih agresif, dalam mode menyerang. Kami bertahan," tandasnya.

Kekalahan Thunder diperparah oleh minimnya kontribusi Jalen Williams yang baru kembali dari cedera hamstring. Ia hanya mencatat 1 poin dalam 10 menit.

Secara keseluruhan, akurasi tembakan Thunder hanya 37,2 persen dan kalah rebound 43-52.

>>> Puskás Aréna Gelar Final Liga Champions PSG vs Arsenal

Pemenang Game 7 yang akan digelar di markas Thunder dijadwalkan melaju ke NBA Finals untuk menantang New York Knicks.