Musim reguler bisa jadi jauh lebih sulit," ujar Stevens.

Pihak manajemen liga menjelaskan alasan detail aturan baru ini tidak memberlakukan sistem pemutihan (grandfathered) untuk hak pilih yang sudah ditukar sebelum aturan disahkan.

"Kami harus melakukan sesuatu, dan melakukan sesuatu yang kuat," kata Byron Spruell, Presiden Operasi Liga NBA.

Wakil Presiden Eksekutif NBA Evan Wasch menjelaskan potensi ketidakadilan sistemik jika hak pilih lama dikecualikan.

"Ini pada dasarnya menjadi rezeki nomplok bagi tim yang memiliki hak pilih tersebut," kata Wasch.

Ia menilai pengecualian tersebut justru akan merusak nilai pasar dari hak pilih yang ada.

"Jika Anda menerapkan aturan grandfather untuk hak pilih yang ditukar, Anda membedakan hak pilih tersebut menjadi lebih berharga daripada semua hak pilih lainnya," ujar Wasch.

Ia juga menanggapi usulan mengapa pembatasan tidak diikatkan pada tim melainkan pada hak pilihnya langsung.

"Itu adalah sistem yang kami rasa paling rentan terhadap manipulasi," kata Wasch.

Ia menguraikan skenario manipulasi yang mungkin dilakukan oleh tim-tim peserta liga.

"Tim secara teoritis dapat setuju untuk melakukan pertukaran tepat setelah draf, menyiasati pembatasan dengan cara itu," ujar Wasch.

Mengenai alasan penerapan aturan draf putaran kedua yang berbalik dari hasil lotre, ia menyebut hal itu sebagai penyeimbang faktor keberuntungan.

"Setiap tim lain akan menghargai hak pilih itu jauh lebih besar daripada Utah, akan ada ketidakefisienan pasar," kata Wasch.

>>> Thunder Redam Wembanyama, Unggul 3-2 atas Spurs

Format baru ini menempatkan tiga tim terbawah di klasemen musim reguler hanya memiliki dua bola lotre atau setara dengan 5,4 persen peluang untuk mendapatkan hak pilih nomor satu.