"Anak-anak saat ini hidup sangat dekat dengan ruang digital. Pendekatan perlindungan harus mengikuti perkembangan pola interaksi mereka di dunia maya," ujar Titi Eko Rahayu.

Perlindungan anak di ruang digital tidak bisa dilakukan secara parsial dan membutuhkan strategi pencegahan yang kuat melalui edukasi yang tepat sasaran.

"Kami sedang mengolah kembali materi edukasi mengenali konten radikal yang lebih mudah diterima oleh anak," tambahnya.

Kolaborasi Multipihak

Direktur ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menyatakan bahwa kolaborasi multipihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat literasi digital.

ICT Watch mencatat pola penyebaran radikalisme digital bersifat dinamis dan terus mengikuti tren platform terkini.

>>> IHSG Melemah ke 6.130, Saham MDKA dan EMAS Justru Ramai Dibeli Asing

"Pendekatan komunikasi dan edukasi harus disesuaikan dengan karakter anak serta perkembangan platform digital yang mereka gunakan. Pesan pencegahan tidak bisa disampaikan dengan cara yang kaku," pungkas Indriyatno Banyumurti.