Membangun Kepercayaan Melalui Tata Kelola Danantara Sumberdaya Indonesia
Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai instrumen baru pengelolaan ekspor sumber daya alam (SDA) menandai babak baru peran negara dalam ekonomi nasional.
Pemerintah dan Danantara berupaya menjawab kekhawatiran pasar dengan menekankan dua kata kunci: governance dan transparansi.
>>> 4 Shio Paling Hoki dan Panen Rezeki Kamis 28 Mei 2026
Komitmen membuka komunikasi rutin setiap dua hingga tiga pekan serta safari dialog ke daerah industri patut diapresiasi sebagai langkah awal membangun kepercayaan.
Namun, persoalannya bukan sekadar komunikasi. Pasar membutuhkan kepastian bahwa ekspansi negara melalui Danantara tidak akan menggerus ruang gerak sektor swasta.
Sebab, dalam realitas ekonomi Indonesia, sektor swasta masih menjadi tulang punggung pertumbuhan.
Data Bappenas menyebut, dari kebutuhan investasi yang diproyeksikan sebesar Rp47.573,45 triliun atau rata-rata Rp9.514,69 triliun per tahun sepanjang 2025-2029, kontribusi swasta mencapai sekitar 86,7%.
Artinya, tanpa keberanian swasta berekspansi, target pertumbuhan tinggi akan sulit dicapai. Di sinilah tantangan terbesar pemerintah.
Danantara dan DSI hadir dengan ambisi besar memperkuat daya tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
Gagasan ekspor satu pintu dibangun atas argumen memperbaiki praktik under-invoicing serta kebocoran nilai tambah yang ditaksir mencapai US$150 miliar per tahun.
Secara konsep, langkah tersebut memang masuk akal. Negara ingin memperoleh nilai ekonomi lebih besar dari kekayaan alamnya demi terealisasinya amanat Pasal 33 UUD 1945.
Tetapi, sejarah juga menunjukkan bahwa intervensi negara yang terlalu dominan kerap memunculkan distorsi baru apabila tidak disertai tata kelola yang kuat.
Karena itu, pernyataan CIO Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Investor Daily Round Table pekan ini bahwa DSI akan berjalan layaknya entitas bisnis profesional harus benar-benar dibuktikan dalam praktik.
Update Terbaru
Roy Suryo Sengaja Ingin Perkara Terus Bergulir, Ini Strategi Hadapi Jokowi
Minggu / 12-07-2026, 23:26 WIB
PTPP Bawa Proyek Twin Tower UNDIP ke Panggung Konstruksi Dunia
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
FDC Jadikan MOP Padel 2026 Panggung Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Teknologi
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
Polisi OTT Kadishub Siak karena Peras Kontraktor Transportasi Air
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
Catatan Bunuh Diri yang Dikaitkan dengan Mantan Pacar Yunho ATEEZ Picu Kemarahan
Minggu / 12-07-2026, 23:16 WIB
Pernyataan Langsung Jay ENHYPEN Picu Diskusi soal EVAN (Heeseung) dan Dinamika Grup
Minggu / 12-07-2026, 23:16 WIB
Yeonjun Pecahkan Rekor Penjualan dengan Mini Album Baru "NO LABELS: PART 02"
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Wagub DKI Harap Jakarta Fair 2027 Lebih Meriah Sambut 500 Tahun Jakarta
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Adam Alis Bicara soal Status di Timnas Indonesia setelah Tidak Ikut TC
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
MONSTA X Bahas Rencana Konten Penggemar Masa Depan dalam Siaran Langsung Interaktif
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Helldivers 2: Arrowhead Mulai Terapkan Perubahan Atasi Kecurangan Super Credit
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Pengisi Suara Lara Croft Konfirmasi Rekaman Utama Tomb Raider: Legacy of Atlantis Selesai
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Kreator Warframe Sebut Berakhirnya Destiny 2 sebagai Kabar Buruk
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Keluar OPEC, Produksi Minyak UEA Juni Tembus Rekor 4,1 Juta Barel
Minggu / 12-07-2026, 23:13 WIB







