Proses penilaian dilakukan melalui empat tahap seleksi ketat oleh dewan juri. Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten yang lolos seleksi awal berdasarkan kriteria fundamental.

Kriteria tersebut meliputi ketepatan waktu laporan keuangan beropini WTP, tidak merugi pada 2025, memiliki ekuitas dan kapitalisasi pasar minimal Rp250 miliar, serta memenuhi ketentuan free float.

Standar penjurian yang diperketat dengan syarat pertumbuhan positif terintegrasi pada laba, penjualan, dan imbal hasil kemudian menyaring emiten hingga menyisakan 104 perusahaan di tahap akhir.

Ketua Dewan Juri The Best Investortrust Companies 2026, Roy Sembel, menjelaskan bahwa ketatnya kriteria memunculkan anomali karena sektor perbankan besar justru tersingkir akibat penurunan harga saham awal tahun yang menekan indikator imbal hasil.

"Kuatnya rotasi sektor (sectoral rotation) di pasar modal menjadikan sektor komoditas sebagai aset safe haven yang menawarkan ketahanan dan pertumbuhan instan di tengah fase konsolidasi sektor finansial," ujar Roy Sembel.

>>> Bill Gates Akui Uang Bisa Membawa Kebahagiaan, Asalkan...

Kondisi pasar modal tersebut pada akhirnya membuat emiten sektor komoditas, khususnya logam dasar seperti PAM Mineral, mendominasi jajaran pemenang utama.