Arsenal akan menantang juara bertahan Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim untuk mencetak sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa.

>>> Crystal Palace Juara Liga Conference Usai Kalahkan Rayo Vallecano 1-0

Klub asal London tersebut melaju ke partai puncak dengan modal rekor tak terkalahkan sejak fase liga.

Keberhasilan menembus final musim ini merupakan pencapaian kedua sepanjang sejarah klub setelah musim 2005/2006.

Ini sekaligus menjadi langkah terakhir Arsenal setelah menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun.

Di sisi lain, Paris Saint-Germain yang diasuh oleh Luis Enrique berpeluang mempertahankan trofi setelah meraih gelar pertama mereka musim lalu.

Klub asal Prancis ini tampil dominan dalam 18 bulan terakhir dengan menyingkirkan tim-tim besar seperti Manchester City dan Bayern Munchen.

Pelajaran dari Kekalahan Semifinal

Satu hal krusial yang dipetik Arsenal dari dua laga itu adalah soal pemanfaatan peluang.

Gelandang Arsenal Declan Rice menyebut lawan PSG harus benar-benar tajam di kotak penalti setelah sempat dikalahkan pada semifinal musim lalu.

"PSG tim yang sangat bagus. Kami melawan mereka dalam dua leg musim lalu dan siapapun bisa saja menang kala itu.

Jadi untuk sekarang, semoga tim terbaik menang," ungkap Declan Rice di situs UEFA.

Kekalahan agregat 0-1 dan 1-2 pada musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi skuad asuhan Mikel Arteta untuk tampil lebih efektif.

"Apa yang kami pelajari dari kekalahan di semifinal musim lalu? Bahwa kami harus mengambil kesempatan kami, sebab kami punya banyak waktu itu.