Memang belum jodohnya, tapi momen-momen itulah yang mempersiapkan kami untuk momen-momen yang akan datang," kata Declan Rice.

>>> Manchester United Dekati Kesepakatan Transfer Ederson dari Atalanta

Keyakinan PSG sebagai Juara Bertahan

Sementara itu, kubu Paris Saint-Germain memiliki kepercayaan diri tinggi untuk mengulang kesuksesan musim lalu.

Winger asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, yang telah mengemas tujuh gol dan tiga assist di fase gugur, menegaskan kesiapan timnya.

"Kami memahami kami adalah juara bertahan dan kami bisa menang lagi," ujar Kvaratskhelia kepada UEFA.

Transformasi skuad muda Paris Saint-Germain di bawah arahan Luis Enrique terbukti sukses meskipun telah ditinggalkan bintang-bintang besar seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe.

"Tentu saja ini akan sulit, tetapi kami sudah membuktikan sekali lagi bahwa kami bisa mengalahkan tim mana pun selama bermain dengan cara kami sendiri dan memberikan segalanya di lapangan," tutur Kvaratskhelia.

Performa impresif juga ditunjukkan oleh penyerang Ousmane Dembele yang mencatatkan 19 gol dan 11 assist musim ini setelah sebelumnya memenangkan Ballon d'Or.

"Ia adalah pelatih kelas dunia dengan ide yang jelas. Ia penuh energi.

Ia luar biasa dan kami berharap ia bertahan sangat lama," kata Dembele memuji sang pelatih.

Jika berhasil membawa Paris Saint-Germain kembali juara, Luis Enrique akan bergabung dengan jajaran pelatih legendaris yang mengoleksi tiga trofi Liga Champions.

"Ketika saya datang ke klub ini, saya mengatakan tujuan saya adalah menciptakan sejarah," ujar Luis Enrique.

Pertandingan final di Budapest ini akan menjadi pembuktian akhir bagi ambisi besar kedua klub di Eropa.

>>> Racing Club vs Independiente Petrolero: Laga Pamungkas Tanpa Harapan di Grup E

"Kami ingin terus menulis sejarah karena kami merasa masih ada hal-hal yang bisa dicapai," kata Luis Enrique.