New York Setujui Pemasangan Pembatas Kecepatan di Mobil Pengemudi Bandel
New York telah menyetujui pemasangan pembatas kecepatan di kendaraan para pengemudi yang kerap melanggar batas kecepatan.
Program percontohan ini akan dimulai di New York City dan berpotensi diperluas ke daerah lain.
>>> Lexus Konfirmasi GX 550h Hybrid, tapi Ada Kompromi
Gubernur New York Kathy Hochul menandatangani undang-undang yang menargetkan pengemudi dengan catatan pelanggaran kecepatan tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk meningkatkan keselamatan warga.
Kabar utamanya adalah otorisasi bagi New York City untuk menjalankan program percontohan yang menyasar apa yang disebut sebagai "super speeder".
Pengemudi dengan kebiasaan ngebut akan diwajibkan memasang perangkat "Intelligent Speed Assistance" di kendaraan mereka.
Kantor gubernur belum memberikan banyak detail tentang program tersebut.
Namun, mereka mengungkapkan bahwa program ini akan menargetkan "pengemudi dengan pola pelanggaran batas kecepatan yang terdokumentasi dan membahayakan warga New York".
Perangkat tersebut akan mencegah pengemudi melampaui batas kecepatan. Hal ini diharapkan "membantu mencegah tragedi sebelum terjadi dan membuat jalan-jalan kota lebih aman bagi semua orang".
Kriteria dan Sanksi
Menurut laporan ABC 7 New York, pengemudi harus mengumpulkan setidaknya 16 tilang ngebut dalam satu tahun sebelum diwajibkan memasang perangkat tersebut.
Jika mereka tidak mematuhi, mereka akan dikenakan denda sebesar $1.500 hingga $2.500.
Jika denda tidak mempan, registrasi kendaraan mereka bisa ditangguhkan.
Program ini telah menarik banyak perhatian, dan kantor gubernur mengatakan akan menjajaki kemungkinan mengizinkan kota lain untuk ikut serta.
>>> Rezvani Fortress: Ford F-150 Raptor dengan Bodi Baru dan Tenaga 850 HP
Berdasarkan kata-kata dalam anggaran negara bagian, kemungkinan program ini terbatas pada kota dengan populasi lebih dari satu juta jiwa.
Update Terbaru
Penumpang Tersedot Keluar Pesawat, Bertahan Berkat Sabuk Pengaman
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Fallout: New Vegas Sengaja Lebih Sulit, Ini Kata Josh Sawyer
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Fitur Pencarian AI Google Drive Dianggap Tidak Berguna, Ini Trik Alternatifnya
Minggu / 12-07-2026, 23:37 WIB
Roy Suryo Sengaja Ingin Perkara Terus Bergulir, Ini Strategi Hadapi Jokowi
Minggu / 12-07-2026, 23:26 WIB
PTPP Bawa Proyek Twin Tower UNDIP ke Panggung Konstruksi Dunia
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
FDC Jadikan MOP Padel 2026 Panggung Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Teknologi
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
Polisi OTT Kadishub Siak karena Peras Kontraktor Transportasi Air
Minggu / 12-07-2026, 23:22 WIB
Catatan Bunuh Diri yang Dikaitkan dengan Mantan Pacar Yunho ATEEZ Picu Kemarahan
Minggu / 12-07-2026, 23:16 WIB
Pernyataan Langsung Jay ENHYPEN Picu Diskusi soal EVAN (Heeseung) dan Dinamika Grup
Minggu / 12-07-2026, 23:16 WIB
Yeonjun Pecahkan Rekor Penjualan dengan Mini Album Baru "NO LABELS: PART 02"
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Wagub DKI Harap Jakarta Fair 2027 Lebih Meriah Sambut 500 Tahun Jakarta
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Adam Alis Bicara soal Status di Timnas Indonesia setelah Tidak Ikut TC
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
MONSTA X Bahas Rencana Konten Penggemar Masa Depan dalam Siaran Langsung Interaktif
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB
Helldivers 2: Arrowhead Mulai Terapkan Perubahan Atasi Kecurangan Super Credit
Minggu / 12-07-2026, 23:14 WIB







