Gelandang Real Madrid Federico Valverde tiba di Uruguay pada Rabu untuk bergabung dengan pemusatan latihan tim nasional di bawah asuhan Marcelo Bielsa menjelang Piala Dunia 2026.

Kedatangan sang pemain ke Montevideo terjadi setelah ia dan rekan setimnya, Aurélien Tchouaméni, dijatuhi denda masing-masing sebesar 500.000 euro oleh manajemen Real Madrid akibat perselisihan fisik di fasilitas Valdebebas.

>>> Crystal Palace Juara Liga Conference Usai Kalahkan Rayo Vallecano 1-0

Insiden internal tersebut menyebabkan Valverde mengalami luka di kulit kepala akibat membentur meja hingga membutuhkan perawatan rumah sakit, meskipun pihak klub memilih tidak menerapkan sanksi larangan bertanding.

Ambisi Valverde di Timnas Uruguay

Setibanya di bandara, Valverde langsung memberikan pernyataan kepada media terkait ambisinya bersama La Celeste serta insiden yang menimpanya di Spanyol.

"Saya selalu bersemangat untuk mengangkat trofi.

Itu yang paling diinginkan, yang selalu diimpikan sejak kecil: bermain di timnas dan mengangkat Piala Dunia," kata Valverde.

Pemain berusia 27 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya kini merasa menjadi sosok pemimpin di dalam skuad dan berharap tim bisa mengulang pencapaian posisi keempat seperti pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

"Kami tumbuh dengan gambaran itu dan kami akan senang bisa menyamainya, agar Uruguay merasa bangga," ujarnya.

Penjelasan soal Insiden dengan Tchouaméni

Terkait perselisihan dengan Tchouaméni, Valverde menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh rasa frustrasi dan kelelahan kompetisi setelah Real Madrid melewati musim tanpa raihan gelar juara.

"Saya merasa sangat baik. Saya mendapat dukungan dan kasih sayang dari semua penggemar Real Madrid dan juga klub.

Ada kalanya kita harus melewati rintangan kecil dalam sepak bola dan kehidupan untuk belajar tumbuh dan dewasa," tuturnya.