"Saat saya berada di lapangan, saya hanya ingin menikmati permainan bersama rekan-rekan luar biasa, klub yang luar biasa, pelatih yang luar biasa, dan staf yang hebat," kata Kvaratskhelia.

"Mungkin hidup saya sedikit berubah sekarang, tetapi saya ingin tetap menjadi pribadi yang rendah hati. Saya hanya melakukan pekerjaan yang saya cintai dan mencoba menikmatinya," tambahnya.

Motivasi Tinggi di Liga Champions

Sejak hengkang dari Napoli, Kvaratskhelia telah mengoleksi tujuh trofi bersama PSG, termasuk empat gelar musim ini di bawah Luis Enrique.

Di Ligue 1, ia mencatatkan delapan gol dan empat assist, menjadi kontributor terbaik kedua setelah Ousmane Dembele.

Kvaratskhelia mengaku Liga Champions selalu memberikan motivasi berbeda. "Bagi setiap pesepak bola, malam Liga Champions adalah mimpi.

Saya salah satunya. Bermain di Liga Champions adalah impian saya," katanya.

"Setiap kali anthem Liga Champions mulai terdengar, saya langsung menyala. Rasanya berbeda dari apa pun.

Itulah mengapa kompetisi ini disebut Liga Champions," sambungnya.

Catatan PSG Lawan Wakil Inggris

PSG menatap final dengan percaya diri. Sejak 2020, mereka telah mencapai final Liga Champions tiga kali.

PSG juga memiliki rekor lima kemenangan beruntun di fase knockout melawan tim Inggris. Kekalahan terakhir dari wakil Premier League terjadi pada semifinal 2020/2021 melawan Manchester City.

>>> Buriram United Juara ACC Usai Kalahkan Selangor FC

Kini, Arsenal harus berusaha keras untuk mematahkan dominasi PSG di Eropa.