Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali menghadapi masalah teknis. Segmen Rusia dilaporkan mengalami kebocoran atmosfer ke luar angkasa.

Kebocoran terdeteksi pada modul PrK, sebuah terowongan transfer kecil. Modul ini menghubungkan modul layanan utama Zvezda dengan port dok untuk kendaraan pengunjung.

>>> Raffi Ahmad Cukur Habis Rambut Saat Ibadah Haji, Simbol Ketundukan

Insiden terbaru ini memicu kekhawatiran mengenai keselamatan jangka panjang ISS. Masalah ini juga membingungkan NASA yang sebelumnya mengira gangguan telah diatasi secara permanen.

Insinyur dari kedua negara telah melacak masalah kebocoran akibat retakan ini selama lebih dari setengah dekade. Sumber retakan sulit ditemukan dan ditangani.

Masalah ini sempat membuat NASA menunda misi astronot swasta Ax-4 oleh Axiom Space tahun lalu. Misi akhirnya diizinkan meluncur pada akhir Juni 2025 setelah dipastikan aman.

Penurunan tekanan udara secara bertahap kembali teramati pada 1 Mei 2026. Penurunan ini terjadi saat kosmonot Rusia membongkar muatan dari pesawat kargo Progress 95 yang baru tiba.

Juru bicara NASA, Josh Finch, menyatakan bahwa mereka kehilangan sekitar satu pon massa udara per hari. Roscosmos membiarkan tekanan di terowongan transfer berkurang secara bertahap sambil memantau lajunya.

"Area tersebut sekarang dipertahankan pada tekanan yang lebih rendah, dengan repressurisasi kecil sesuai kebutuhan.

Tidak ada dampak terhadap operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang mengoordinasikan langkah selanjutnya," ungkap Finch.

>>> 5 Rekomendasi Drakor Lim Ji-yeon Selain My Royal Nemesis

Masalah teknis yang terus berulang ini muncul di tengah perdebatan politik dan anggaran mengenai masa depan ISS.

Beberapa modul stasiun kini telah berada di luar angkasa selama hampir tiga dekade.

Rencana pensiun ISS pada tahun 2030 dirancang agar NASA beralih ke era komersial di orbit rendah Bumi.

Mereka akan mendanai pengembangan stasiun luar angkasa swasta dan bertindak sebagai salah satu pelanggannya.

Strategi komersial ini masih menghadapi jalan buntu. Perusahaan swasta khawatir dengan rencana perpanjangan usia ISS oleh pemerintah.

Perusahaan komersial menyatakan platform mereka akan siap pada tahun 2030. Perpanjangan operasi ISS dinilai bisa mengganggu ekosistem pasar yang sedang dibangun.

Mantan direktur penerbangan luar angkasa komersial NASA, Phil McAlister, mendukung agar stasiun tua ini segera dipensiunkan sesuai jadwal.

>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis Badut Gendong, Spin-Off Qodrat

Ia menilai kebocoran terbaru menjadi penanda kuat bahwa stasiun penuaan tersebut sudah waktunya diganti.