Kini Purnomo dipercaya membina delapan lapak pedagang gultik di Bulungan. Ia kerap mewakili rekan-rekannya dalam berbagai acara resmi yang diadakan BRI.

>>> Polrestabes Makassar Tangkap Pelaku Pembunuhan Berencana Siswa SD

"Kalau ada acara-acara dari BRI, biasanya yang dipanggil untuk menyiapkan pesanan mereka," tuturnya.

Langkah digitalisasi melalui QRIS terbukti mendongkrak pendapatan pedagang secara signifikan. Purnomo menyebut satu lapak binaannya bisa mengumpulkan setoran hingga Rp2 juta hanya pada malam akhir pekan.

Usaha satai yang dikelola istrinya juga mencatat hasil serupa. "Istri saya yang jual satai saja bisa dapat Rp1,5 juta tiap malam minggu," ujarnya.

Sejak mengimplementasikan QRIS BRI pada 2022, Purnomo melihat perubahan perilaku konsumen. Pembeli kini lebih memilih transaksi nontunai demi kepraktisan.

"Pembeli sekarang lebih banyak maunya pakai QRIS karena lebih efisien, enggak usah mikirin kembalian. Saya sama kawan-kawan tetap setia pakai layanan QRIS BRI," ucapnya.

Implementasi sistem pembayaran digital ini sukses menaikkan volume penjualan lapak Purnomo hingga 30 persen.

Dalam satu malam operasional, lapaknya konstan menghabiskan rata-rata sekitar 300 tusuk satai sebagai menu pendamping gulai.

Daya tarik gultik Bulungan tidak hanya memikat masyarakat umum dan anak muda. Sejumlah figur publik serta tokoh nasional juga datang langsung ke lokasi.

"Dulu artis seperti Anang, Hotman Paris, dan beberapa tokoh lain juga pernah makan di sini," katanya.

Salah seorang pelanggan setia, Kaila (16), mengaku sering menghabiskan waktu malam bersama teman-temannya di lapak Purnomo. Lapaknya berlokasi tepat di seberang SMAN 70 Jakarta.

>>> Prabowo Subianto Kunjungi Prancis, Temui Macron Bahas Alutsista dan Pendidikan

"Enak gulainya, dagingnya juga lembut dan kuahnya juga enak banget," ujar Kaila.