Kawasan Bulungan di Jakarta Selatan tetap menjadi pusat kuliner malam khas Blok M. Deretan lapak gulai tikungan atau gultik menjadi andalan pengunjung.

Kehadiran layanan pembayaran digital QRIS dari BRI kini menjadi penopang penting. Sistem ini mempercepat transaksi nontunai di tengah padatnya pengunjung.

>>> Mengenal Atrofi Vagina: Kondisi Dinding Vagina Menipis Akibat Penurunan Estrogen

Salah satu pedagang gultik, Purnomo Setiawan (43), merasakan dampak positif efisiensi teknologi pembayaran. Menurutnya, sistem ini memotong waktu tunggu pelanggan, terutama pada jam sibuk malam hari.

"Sekarang lebih cepat, pembeli tinggal scan saja, jadi nggak perlu nunggu lama atau cari uang kembalian," ujar Purnomo saat ditemui Media Indonesia di lapaknya, Bulungan, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Purnomo memulai bisnis gultik pada 2008. Ia mengikuti jejak pamannya setelah sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan media.

Peluang mandiri muncul ketika terjadi perubahan kepemilikan rumah di belakang lokasi jualan. Hal itu otomatis mengubah izin lapak di kawasan tersebut.

Kuliner gultik merupakan menu gulai sapi yang berasal dari Solo. Hidangan ini telah berkembang puluhan tahun hingga menjadi ikon kuliner malam Blok M.

Purnomo mengenang awal berjualan, harga seporsi gultik masih Rp2.000 dengan porsi lebih besar. "Kalau dulu harga masih Rp2.000, tambah setengah jadi Rp3.000.

Sekarang Rp10.000, porsinya juga sudah enggak besar-besar," katanya.

Hubungan Purnomo dengan BRI sudah terjalin sejak 2016 ketika ia masih tinggal di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pada 2022, seorang tenaga pemasaran BRI menawarkan kerja sama yang membawanya masuk menjadi bagian klaster binaan bank tersebut.

"Di kampung saya di Sukoharjo adanya cuma BRI, jadi saya sudah jadi nasabah sejak 2016," ujarnya.