ISS Bocor Lagi, Modul Rusia Alami Penurunan Tekanan Udara
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali menghadapi masalah kebocoran atmosfer. Kali ini, kebocoran terdeteksi pada segmen Rusia, tepatnya di modul PrK yang berfungsi sebagai terowongan transfer kecil.
Terowongan ini menghubungkan port dok untuk kendaraan pengunjung dengan modul layanan utama Zvezda. Insiden terbaru ini kembali memicu kekhawatiran akan keselamatan jangka panjang stasiun yang telah menua.
>>> OPPO Resmi Luncurkan Find X9 Ultra dan Find X9s dengan Kamera Hasselblad di Indonesia
NASA sebelumnya mengira masalah kebocoran telah teratasi secara permanen. Namun, penurunan tekanan udara kembali teramati pada 1 Mei 2026.
Para insinyur AS dan Rusia telah melacak masalah retakan ini selama lebih dari lima tahun. Titik sumber retakan sangat sulit ditemukan dan ditangani.
Kebocoran terdeteksi saat kosmonot Rusia sedang membongkar muatan dari pesawat kargo Progress 95.
Juru bicara NASA, Josh Finch, menyatakan bahwa mereka kehilangan sekitar satu pon massa udara per hari.
Roscosmos memilih untuk membiarkan tekanan di terowongan transfer berkurang secara bertahap sambil memantau lajunya. Langkah ini diambil untuk mengontrol situasi tanpa mengganggu aktivitas luar angkasa.
“Area tersebut sekarang dipertahankan pada tekanan yang lebih rendah, dengan repressurisasi kecil sesuai kebutuhan.
Tidak ada dampak terhadap operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang mengoordinasikan langkah selanjutnya,” ungkap Finch.
>>> Restu Pratiwi Jadi Desainer RI Pertama di Caspian Fashion Week Rusia
Masalah teknis yang berulang ini muncul di tengah perdebatan tentang masa depan ISS. Beberapa modul telah mengorbit selama hampir tiga dekade, dan ISS kini memasuki tahun ke-26.
Pemerintah AS telah merencanakan pensiun ISS pada tahun 2030.
Rencana ini disusun agar NASA beralih ke era komersial di orbit rendah Bumi, dengan bertindak sebagai pelanggan yang mendanai stasiun luar angkasa swasta.
Namun, strategi komersial menemui kendala. Perusahaan swasta khawatir perpanjangan usia ISS oleh pemerintah dapat mengganggu ekosistem pasar.
Perusahaan komersial menegaskan bahwa platform mereka akan siap pada tahun 2030. Mereka menilai perpanjangan operasi ISS dapat menghambat perkembangan industri antariksa komersial.
Mantan direktur penerbangan luar angkasa komersial NASA, Phil McAlister, mendukung pensiun ISS sesuai jadwal demi keselamatan dan efisiensi.
>>> Mengenal Kue Kontol Kejepit, Kuliner Legendaris Khas Bantul Yogyakarta
Menurutnya, kebocoran ini menjadi sinyal kuat bahwa stasiun yang menua sudah waktunya diganti dengan platform baru yang lebih aman.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 29 – 31 Mei 2026
Kamis / 28-05-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 29 – 31 Mei 2026
Kamis / 28-05-2026, 04:00 WIB
Surya Insomnia Ungkap Kunci Sukses Bertahan di Industri Hiburan
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
Cara Plotting Bidang Tanah Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
Cara Pakai TikTok PayLater untuk Belanja Online di TikTok Shop
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
5 Rahasia Bikin Sate Kambing Empuk, Juicy, dan Anti Prengus
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
PUBG MOBILE dan Blue Lock Hadirkan Kolaborasi Anime Terbaru
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
Kuroo Tetsuro Pilih Karier di Belakang Layar Asosiasi Voli Jepang
Kamis / 28-05-2026, 03:59 WIB
Jadwal Rilis Lookism Chapter 610: Tanggal, Waktu, dan Tempat Baca
Kamis / 28-05-2026, 03:58 WIB
10 Makanan Pemicu Asam Urat yang Perlu Dihindari
Kamis / 28-05-2026, 03:58 WIB
4 Cara Mudah Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing di Tangan
Kamis / 28-05-2026, 03:58 WIB
Dorohedoro Season 3 Resmi Diumumkan, Dapat Ilustrasi Baru dari Sutradara
Kamis / 28-05-2026, 03:58 WIB
Menelusuri Jejak MyGO!!!!! di Kota Hayama Lewat MV Egakumirai
Kamis / 28-05-2026, 03:54 WIB
Esai: Mengapa Kreatif Harus Berpikir di Luar Kotak pada 2026 oleh Dave Baker
Kamis / 28-05-2026, 03:54 WIB






